Belajar Membatik di Madrasah itu Asyik

Memasukkan Materi Belajar Membatik dalam Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan
Memasukkan Materi Belajar Membatik dalam Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan

Pendidikan – Belajar membatik sejak dini bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan memasukkan materi ajar membatik ke dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Upaya melestarikan warisan dunia milik Indonesia ini coba PS implementasikan dalam pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan. Kalau melihat pedoman mengenai standar kompetensi yang harus di capai, membatik termasuk dalam seni kriya atau dulu dikenal dengan kerajinan tangan. Dalam pelaksanaannya memang bisa dibilang mudah, terlebih jika disekitar lokasi madrasah banyak pengrajin batik, tentu untuk mendapatkan bahan-bahan keperluan membatik bukanlah sebuah kendala.

Memasukkan Materi Belajar Membatik dalam Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan
Memasukkan Materi Belajar Membatik dalam Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk praktik belajar membatik antara lain seperti bahan kain katun, canting, lilin (malam) batik, kompor pemanas, wajan sebagai wadah lilin batik yang dilelehkan, dan dudukan kain mori batik. Tapi pada kesempatan ini, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki madrasah jadi bahan yang dipakai saat praktik adalah kain katun, canting, piring gembreng, lilin (malam) batik, lilin penerangan dan batu bata sebagai tungku.

Walau hanya dengan bahan yang mudah ditemukan tersebut, dengan hadirnya semangat belajar membatik di hati anak-anak didik, menjadikan suasana praktikum yang menyenangkan. Sebagian besar ada yang merasakan waktu belajar mereka begitu cepat berlalu, padahal tak jarang di pelajaran teori selama dua jam pelajaran itu rasanya lama. Sebenarnya jika suasana pelajaran yang menyenangkan itu akan terasa cepat karena perhatian yang diberikan lebih banyak, dan karena itu pulalah daya tangkap terhadap materi ajar juga besar.

Oke, kembali lagi ke topik pembahasan seputar belajar membatik yang diterapkan di pendidikan dasar. Adapun cara kerja dari bahan-bahan yang tersedia adalah sebagai berikut ;

Manfaatkan Bahan Seadanya untuk Belajar Membatik

Langkah awal tentu dengan membagi kelas menjadi beberapa kelompok terlebih dahulu. Agar di dapat hasil optimal maka masing-masing kelompok maksimal beranggotakan enam anak. Lalu setiap kelompok mendapatkan dua lembar kain katun seukuran sapu tangan, enam buah canting, satu piring gembreng, sepotong lilin batik, dua batang lilin penerangan dan enam buah batu bata. Peserta didik diarahkan untuk menyusun batu bata sedemikian rupa sehingga membentuk ‘pawon/tungku’ dan meletakkan dua batang lilin penerangan di tengahnya (sebagai sumber pemanas). Kemudian letakkan piring gembreng yang berisi lilin batik di atas tungku. Ingat! Korek/pemantik api yang memegang adalah pendidik dan yang menyalakan api juga pendidik, dengan tujuan untuk mengontrol hasil kerja murid dalam menyiapkan bahan.

Semangat dan Keinginan Belajar yang Luar Biasa hebat
Semangat dan Keinginan Belajar yang Luar Biasa hebat

Setelah semua kelompok siap dengan bahan-bahan tersebut, guru memberikan pengarahan tentang belajar membatik yang teori-teorinya sudah diajarkan sebelumnya. Tak lupa, peringatkan murid agar berhati-hati dalam melakukan praktikum dan tidak ceroboh dalam bertindak. Sampaikan juga bahaya yang mungkin saja terjadi dan bagaimana langkah yang harus mereka lakukan. Setelah jelas dan mereka mengerti, barulah guru mulai menyalakan api untuk mencairkan lilin batik.

Sebagian dari peserta didik akan mulai menggambar pola-pola batik sesuai imajinasi mereka di kain katun polos, sembari menunggu malam (lilin) batik matang, sebagian akan menyiapkan canting dengan memanaskannya bersamaan dengan melelehnya lilin batik, disinilah semangat dan antusias mereka terpancar jelas dengan aura belajar membatik yang berkesan menyenangkan bagi mereka.

Anak-anak Madrasah memang luar biasa Semangat Belajarnya
Anak-anak Madrasah memang luar biasa Semangat Belajarnya

Demikian upaya yang PS lakukan dalam rangka turut serta melestarikan warisan budaya dunia berupa batik, dengan cara mengajarkannya di madrasah. Tertarik untuk belajar membatik juga?

1 Trackback / Pingback

  1. Mengatasi Alokasi JTM pada Simpatika » Prapto Sragen

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*