Membatik dengan Canting jadi Sampingan

Membatik adalah proses kedua setelah proses pencorekan dalam tahap-tahap pembuatan batik tulis, khususnya di daerah sekitar tempat tinggal saya. Membatik sering dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga sebagai pekerjaan sampingan di rumah masing-masing. Bahkan tak jarang ada yang berkumpul di satu tempat bersama dengan ibu-ibu rumah tangga yang lain. Tak jarang satu batik-an belum selesai tapi satu kampung sudah dibatik semua ha ha ha ha 🙂 (baca: ngrumpi a.k.a ngegosip).

Canting adalah alat yang digunakan oleh ibu-ibu tersebut untuk mencurahkan kreativitas mereka ke dalam bentuk pola-pola tertentu di atas selembar kain mori. Sedangkan tinta yang digunakan adalah lilin paravin yang biasa disebut dengan “malam”, tapi bukan paramek lho ya he he. Lilin padat ini terlebih dahulu dipanaskan di atas wajan kecil dengan api sedang sehingga meleleh berbentuk cair.

membatik bersama di sragen

Ibu-ibu di Sragen sedang Membatik bersama | foto: Prapto – SE K770i

Setelah dirasa cukup cair, ibu-ibu rumah tangga tadi menggunakan canting yang di ujungnya terdapat lubang kecil seperti jarum untuk membentuk pola di atas kain. Proses inilah yang disebut membatik.

Tujuan dari membatik sendiri tidak lain adalah untuk membentuk pola tertentu di atas kain agar saat proses pewarnaan nantinya, pola-pola tersebut tidak ikut terkena warna. Dengan kata lain, membatik canting disini akan memberikan bentuk motif berwarna putih pada umumnya.

Fungsi lilin batik adalah menutup serat-serat kain dari resapan warna-warna sintetis yang digunakan saat proses pewarnaan batik. Namun, ada beberapa batik yang lilinnya digunakan sebagai pembatas antara satu warna dengan warna yang lain, dalam hal ini menggunakan teknik pewarnaan motif yang disebut “tolet”. Akan saya jelaskan secara terpisah di posting selanjutnya.

membatik dengan canting dengan hati

Seorang Ibu Membatik dengan Canting tampak Menghayati | foto: Prapto – SE K770i

Membatik canting tidak membutuhkan keahlian khusus, yang artinya setiap orang pun dapat belajar membatik dengan canting. Membatik canting hanya membutuhkan ketelitian, keluwesan dan kesabaran sekaligus hati yang tenang dalam memainkan canting di atas kain sehingga membentuk pola-pola yang indah (motif batik).

Mungkin terbayang di benak kawan-kawan, masa’ iya sih di atas kain mori putih gitu pembatik membuat pola seenaknya tapi hasilnya bisa runtut? Tapi aslinya bukan seperti itu kawan, saya kan sudah mengatakan di awal jika membatik adalah proses kedua dalam tahap-tahap membuat batik. Nah, tahap pertama yang disebut pencorekan kalau orang sini bilang, adalah tahap menggambar pola alias motif batik dengan pensil 2B atau yang lebih lembut.

Jadi, pembatik sebenarnya tinggal mengikuti pola-pola motif yang sudah tergambar sebelumnya di atas lembaran kain tersebut. 🙂

simbah membatik canting hasilnya lebih baik hlo

Yang Tua Lebih Bermakna dalam Membatik Canting | foto: Prapto – SE K770i

Buat kawan Blogger yang ingin belajar membatik atau sekedar ingin meliput atau mengulas tentang batik tulis, bisa menghubungi saya juga agar bisa bantu persiapan apa yang kawan-kawan butuhkan. Atau kalau mau pesan batik, ke saya aja ya 🙂

Update: Artikel lanjutan tentang Pewarnan Batik atau Tolet (klik aja!)

4 thoughts on “Membatik dengan Canting jadi Sampingan

  1. 27/11/2013 at 07:03

    wah.. belum pernah ngeliat secara nyata orang membatik, baru ngeliat di tipi soalnya.. hehe

    1. Mas Prapto Sragen
      30/11/2013 at 14:26

      kalau ada waktu, main ke tempat saya mas, nanti saya ajak muter-muter 🙂

  2. Ripiu
    04/12/2013 at 13:19

    Jadi pengen lihat langsung dan belajar bagaimana cara membatik. sampai sekarang masih penasaran prosesnya. ditunggu postingannya yang tentang tolet.

    1. 16/12/2013 at 00:38

      okey, segera saya publish artikel tentang proses tolet batik tulis yang saya kerjakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *