Harga Minyak Naik aja Cepet, Turun?

Sosial EkonomiHarga minyak dunia sedang turun ke tingkat yang lumayan rendah, dan bisa dikatakan berada diangka terendahnya selama sepuluh tahun terakhir. Tapi pemerintahan baru ternyata berpandangan lain bahwa subsidi bahan bakar minyak (BBM) terlalu banyak dibakar setiap harinya, sehingga diambil kebijakan untuk menaikkan harga BBM jenis Premium dan Solar sebesar Rp 2.000,-

Banyak media yang gembar-gembor bahwa yang menggunakan BBM subsidi kebanyakan adalah orang mampu dengan mobil-mobil mewahnya. Kalau dilihat sih begitu adanya di dalam kehidupan nyata, banyak mobil mewah yang mengkonsumsi BBM jenis Premium nangkring dengan santainya di SPBU. Tapi yang nggak habis pikir itu kenapa pemerintah tidak sekalian saja nyabut tuh subsidi BBM kalau memang data faktanya benar-benar demikian? Biar rakyat ini terbiasa dan membiasakan diri dengan NON SUBSIDI, biar rakyat bisa pas dalam mengatur keuangan hariannya. Kalau masih disubsidi begini sama artinya dengan meninabobokkan rakyat yang tidak tahu seluk beluk perminyakan.

Tapi ya terserah lah, lagian yang di pusat sana apa benar-benar mikirin rakyat ataukah hanya memikirkan perut dan kantong pribadi? Waallahua’lam….

Harga kulakan turun tapi kok harga jualnya dinaikkan, berarti untungnya berlipat-lipat dong. Mungkin demikian yang ada dibenak pikiran ‘orang banyak’ di negeri yang kaya dan melimpah ini. Saking kayanya dengan keanekaragaman dan hasil buminya yang salah satunya adalah minyak bumi, harus rela impor (memasukkan) BBM dari negara lain. Kenapa tidak diolah sendiri saja? Bukankan segala kekayaan alam yang ada di negeri Indonesia ini dikuasai oleh negara dan digunakan untuk kesejahteraan rakyatnya. Apakah semua yang di ajarkan di sekolah-sekolah dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan itu hanya formalitas belaka?

Negeri ini memang sudah teramat kacau dari segi kebebasan informasinya, bahkan segala sesuatu yang privasi pun diungkap dengan gamblangnya.

Ibarat nasi sudah menjadi bubur, pemimpin negara sudah mengambil kebijakan untuk menaikkan harga BBM (biar tidak kelihatan menyiksa istilahnya mengurangi subsidi BBM) maka rakyat harus patuh. Kenapa tidak dicabut sekalian subsidinya selagi harga minyak dunia turun sehingga harga konsumen untuk jenis Premium bisa di angka 8.300.

Tapi ada satu ganjalan lagi di kehidupan nyata, disaat harga minyak dunia naik maka dengan cepatnya semua SPBU Pertamina menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Plus. Lha ini, disaat harga minyak dunia turun kok harga Pertamax dan Pertamax Plus masih mececeng saja dengan harga lama di SPBU Pertamina? Hmmmm….. inilah salah satu kelemahan monopoli dalam perdagangan, karena hanya disuplai oleh satu penyedia maka penyuplai bebas memainkan harga. Makanya jaman dahulu kala yang namanya monopoli perdagangan itu dilarang, agar tercipta keseimbangan ekonomi.

Harapannya sih harga Pertamax series benar-benar disesuaikan dengan harga minyak dunia dan updatenya juga cepat. Kalau naik aja cepet, eh giliran waktunya turun malah keenakan nggak mau turun . . .

Tulisan ini sebelumnya diterbitkan pada tanggal 23 November 2014 pukul 17.57 WIB dengan judul asli Harga Minyak Dunia Turun, Pertamax ? yang beranalogi seputar harga minyak yang suka naik cepat tapi keenakan nggak mau turun.

Koleksi Artikel dan Tulisan Republish dari Prapto Sragen

Koleksi Artikel dan Tulisan Republish dari Prapto Sragen

Sampai jumpa di artikel maupun tulisan Republish dari sekian banyak blog PS yang sudah tewas tertimbun masa lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *