Meminang Daihatsu Zebra 1300 S89

Kabin Depan Daihatsu Zebra 1300 S89
Kabin Depan Daihatsu Zebra 1300 S89

Otomotif Roda Empat – Sempat kepincut dengan Daihatsu Hijet yang terkenal irit tapi memiliki kabin lega beberapa waktu lalu. Namun, karena mendapat informasi di situs jual beli online tentang adanya Daihatsu Zebra yang dijual dengan harga lebih murah dari pasaran Hijet 1000, dan lokasi serta plat nomornya area Solo, yang langsung capcus cek barang. Setelah dicek ternyata kendaraan masih oke dan layak untuk ‘wira-wiri’ tapi ternyata kondisinya mati alias mesin tidak hidup.

Hemmmm…. sempat berpikir tapi melihat harga yang ditawarkan memang cukup murah jadi ya masih dianggap wajar, penjualnya juga fair bilang apa adanya tentang hal ini. Pemeriksaan pun berlanjut ke bagaimana caranya supaya bisa tahu kalau mesin ini masih mau menyala. Dari pemeriksaan sisi body dan sasis, Daihatsu Zebra ini masih terbilang mumpuni dan lempeng walau memang tebal lapisan cat dan dempulnya. Tapi itu tak penting, selama tidak pecah atau ‘melendung’ ya nggak masalah.

Kabin Depan Daihatsu Zebra 1300 S89
Kabin Depan Daihatsu Zebra 1300 S89

Coba dijumper akinya dengan punya Daihatsu Charade, tidak mau hidup karena kabel jumper yang tidak mumpuni atau memang mesinnya yang tidak mau hidup. Akhirnya diputuskan untuk melepas aki si Zebra lalu memasangkan aki Charade. Coba distater dan langsung jreng . . . suara knalpot woorrr terdengar merdung meraung ditengah ke ramai kampung petang itu. Lega rasanya bisa mengetahui jika mesinnya masih sehat dan normal.

Lanjut membuat kesepakatan mengenai harga dan juga kelengkapan surat-surat bersama pemiliknya. Alhamdulillahnya tanpa makelar, alias langsung dengan pemiliknya jadi negosiasi lebih enak. Setelah ketemu kesepakatan mengenai harga, kami pun meminta waktu (tempo) satu minggu untuk melakukan pembayaran terhadap unit Daihatsu Zebra tahun 1991 tersebut.

Ketika Toyota Kijang Narik Daihatsu Zebra

Singkatnya, setelah terkumpul dana sesuai kesepakatan kami pun meluncur ke Sukoharjo tempat pemilik untuk melunasi dan membawa kendaraan yang dibeli. Waktu yang dipilih kebetulan malam hari sekitar pukul 20.15 wib dengan tujuan agar jika kendaraan mengalami gagal starter dapat ditarik dengan suasana jalan raya yang cenderung sepi saat malam hari.

Tampilan Mesin Daihatsu Zebra 1300 tahun 1991 masih Kering
Tampilan Mesin Daihatsu Zebra 1300 tahun 1991 masih Kering

Transaksi jual beli pun berlangsung dengan lancar di rumah pemilik dengan saksi dari kedua belah pihak, tapi kendaraan masih saja tidak mau distarter dalam waktu lama. Coba didorong juga hasilnya sama saja, mesin hidup sekitar dua menit lalu mati lagi. Akhirnya diputuskan untuk ditarik saja dengan Toyota Kijang yang dibawa saat itu.

Dengan perlahan dan hati-hati menyusuri jalan alternatif dari Sukoharjo menuju Sragen, akhirnya Daihatsu Zebra abu-abu metalik dapat dibawa pulang ke rumah dengan cara ditarik selama kurang lebih 4 jam. Kalau berkendara biasa sih sekitar 30 menit saja, tapi ini kan luar biasa he he he. Jadi teringat kata bijak “hidup adalah perjuangan” dan juga “berakit-rakit ke hulu berenang ketepian”

View Keseluruhan Daihatsu Zebra 1300 cc tahun 1991
View Keseluruhan Daihatsu Zebra 1300 cc tahun 1991

Setelah dibawa ke tukang dinamo, akhirnya diketahui jika dinamo ampere (alternator) tidak berfungsi dan setelah dibelikan ex. Singapura sudah normal lagi.

1 Trackback / Pingback

  1. Mengenal Lebih Dekat Daihatsu Zebra » Prapto Sragen

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*