Mutasi Masuk Mobil di Samsat Sragen

Kantor UP3AD/ Samsat Sragen dari foto Google Streetview
Kantor UP3AD/ Samsat Sragen dari foto Google Streetview

Otomotif – Apa kabar sedulur semua? semoga mas gantheng dan mbak cantik yang sedang membaca dalam suasana bahagia dan senyum-senyum di depan smartphone-nya he he he. Oh iya, jumpa lagi dengan PS di edisi lanjutan dari proses mutasi keluar dari Samsat Sukoharjo, yang dimutasi adalah seekor motuba bertajuk Daihatsu Charade keluaran tahun 1984. Jadi ceritanya si mobil tua bangka (motuba) itu mau di mutasi atau pindah alamatkan dari kabupaten Sukoharjo ke kabupaten Sragen, plus sekaligus di balik nama sekalian.

Sebelumnya sudah PS ceritakan proses pencabutan berkas atau mutasi keluar dari samsat Sukoharjo yang biaya total habis sekitar 315 ribu saja, semua diurus sendiri biar bisa cerita di sini. Nah kali ini langsung saja cekibrot mas dan mbak bro sekalian tentang proses mutasi masuk di Samsat Sragen. Lokasi kantor Samsat Sragen ada di timur batas kota, kalau dari arah Barat setelah jembatan Pungkruk masih ke timur sampai ketemu ‘bangjo‘ masih ke timur lagi sekitar 500 meter, dikanan ada SPBU Pertamina, dan di kiri ada kantor UP3AD/SAMSAT SRAGEN.

Kantor UP3AD/ Samsat Sragen dari foto Google Streetview
Kantor UP3AD/ Samsat Sragen dari foto Google Streetview

Langkah awal setelah berkas-berkas mutasi dinyatakan lengkap saat mutasi keluar, langsung gaaassss ke samsat tujuan. Usahakan mampir dulu di tukang fotocopy yang ada di sekitar lokasi dalam hal ini kantor Samsat Sragen dan berkas mutasi dicopy rangkap dua.

Setelah itu langsung masuk ke dalam kantor samsat Sragen dan ingat ya, pasang tampang jangan lugu-lugu amat, bisa dikuntit sama pedagang atau biro jasa nanti kamu ha ha ha. Masukkan berkas mutasi bersama copyannya tadi ke loket mutasi untuk diperiksa ulang seputar kelengkapan berkasnya.
Nah di  loket ini PS dapat masalah jikalau bapak petugas menyatakan bahwa faktur STNK tidak ada (hati langsung berdebar-debar, apakah ini tandanya cinta? Wkwkwkwkkk) dan dianjurkan untuk kembali ke Samsat Sukoharjo untuk mencari faktur STNK. Ditengah kejengkelan karena telah menunggu antrian lama banget tapi malah berkas dinyatakan tidak lengkap plus belum pernah lihat wujudnya faktur STNK itu seperti apa, akhirnya memberanikan diri untuk bertanya mengenai hal tersebut. Setelah dijelaskan akhirnya bisa dipahami, semisal berkas yang dimaksud sudah tidak ada saat mutasi keluar, maka perlu dibuatkan surat keterangan dari samsat asal yang berisi penjelasan hal tersebut. Alhamdulillahnya cuma Sukoharjo ya, satu setengah jam bisa nyampai kalau dari Sragen. Lha kalau seumpama samsat asalnya ada di Takengon, Aceh Tengah sana opo ora puyeng sampeyane, iso gulung-gulung nang kantor samsat perkoro faktur STNK utowo faktur BPKB.

Oke skip, anggap saja surat keterangan untuk ketiadaan faktur STNK sudah didapatkan dan melanjutkan proses mutasi masuk mobil di Samsat Sragen. Karena males antri di loket mutasi, jadi langsung masuk ke dalam dengan alasan ‘yang kemarin kekurangan berkas pak, ini sudah lengkap‘ dan langsung diterima, diperiksa dan oke. Proses berlanjut ke loket formulir tagihan wajib pajak di bagian kiri kantor samsat Sragen. Sambil berjalan menuju loket pendaftaran pembayaran pajak, mutasi masuk dan balik nama, pada lembar tagihan coba diamati ternyata tertera total tagihan hanya 693 ribu. Dalam hati langsung berucap MANTAP! Oh iya di loket mutasi tadi kena biaya administrasi 70 ribu untuk proses mutasi masuk kendaraan roda empat.

Kantor UP3AD Kabupaten Sragen
Kantor UP3AD Kabupaten Sragen | foto: Twitter

Setelah menunggu antrian untuk dipanggil dan membayar dari loket pembayaran pajak di kantor Samsat Sragen, setelah tiga jam akhirnya dipanggil juga. Langsung buka dompet dan merogoh tujuh lembar gambar Bung Karno. Padahal waktu itu perut ini rasanya panas sekali karena lapar bruakakakakakkkkk. Langsung geser ke loket pengambilan STNK/TNKB dan menunggu sejenak. Di loket ini memang prosesnya tidak terlalu lama dan langsung mendapatkan lembar wajib pajak kendaraan bermotor dan surat tanda nomor kendaraan (STnK). Lega rasanya karena STNK dan KTP sudah ditangan.

Tapi tunggu dulu lur, ternyata masih ada proses pembuatan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang harus dilaksanakan oleh wajib pajak dan lokasinya ada di Ruang Arsip Lantai 2 dari kantor Samsat Sragen tadi. Iki piye ya, weteng uwis panas mergo luwe kok jebul iseh enek proses maneh.

Dengan langkah gontai ruang arsip Samsat Sragen pun langsung dituju dan sudah banyak yang mengantri di ruang tunggu. Tapi dengan pede langkah tak berhenti dan langsung masuk ke ruang petugasnya dan lanjut proses BPKB baru. Mungkin yang diruang tunggu tadi tak sampai hati menegur PS atau mungkin mereka tau kalau sedang LAPAR wakakakakakkkkk….jadi takut rese’ (seperti iklan coklat ditipi-tipi). Untuk mendapatkan BPKB baru mobil dikenakan biaya administrasi 160 ribu dan dibayarkan di ruangan tersebut saat pendaftaran. Sedangkan untuk pengambilan BPKBnya dilakukan di kantor Polisi Resort Sragen di bagian BPKB yang kata petugasnya kelak tanpa di pungut biaya sepeserpun.

Suasana Kantor Samsat Sragen saat itu
Suasana Kantor Samsat Sragen saat itu | Foto: Timlo.net

Akhirnya rampung juga seluruh proses mutasi masuk di Samsat Sragen dengan total biaya sekitar 923 ribu tanpa  lewat biro jasa.

3 Komentar

  1. Comment:untuk faktur stnk pak prapto,seperti apa?bagaimana?dan dri sukoharjo pa tdk lgsg ngash fakturnya?mhon penjelasannya,suwun

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*