Air Sungai Bengawan Solo Hitam

menyaksikan air hitam mengalir di bengawan solo
Seorang Kawan tampak Mengamati Sesuatu | Prapto

Air sungai berwana hitam memang jarang ditemui di dunia ini, tapi di sekitaran tempat tinggal saya itu ada air sungai yang hitam yang unik. Sebuah keunikaan ini baru saya sadari setelah iseng-iseng bersepada keliling kampung. Sore itu saya berhasil mengabadikan moment yang sudah menjadi biasa bagi warga disekitar sungai ini. Oke langsung saja simak cerita saya kali ini.

Keunikan yang baru saya sadari ini memberikan sebuah ide untuk menulis postingan di blog yang baru saja selesai pindahan hosting dan sebagai semangat baru untuk lebih aktif dalam dunia blogging. Bagi sebagian orang, mungkin kabar ini sudah dianggap biasa dan sudah menjadi bagian hidup sehari-hari mereka. Sebuah fenomena alam yang disebabkan oleh ulang manusia yang tidak mampu mengendalikan keinginan yang berdampak pada lingkungan. Jika sebelumnya kamu semua pernah mendengar kisah tentang danau yang berwarna-warni airnya atau sungai yang berwarna-warni pula, untuk kali ini saya memberikan kabar sebuah sungai yang airnya berwarna hitam pekat.

Bengawan Solo Berwarna Hitam
Air Sungai Bengawan Solo Berwarna Hitam kala Kemarau | Prapto

Sungai yang telah menjadi icon kota Solo ini memang tat kala musim kemarau airnya sedikit dan berubah menjadi hitam. Jika ditelusur lebih jauh, dari hulu sungai yang berada di bendungan waduk Gajah Mungkur ini tidaklah berwarna hitam melainkan berwarna bening muram. Tapi tak kala sudah melintas dari wilayah Kebakkramat hingga ke muara, airnya menjadi berwarna hitam pekat dan tidak jarang menimbulkan bau yang tidak sedap.

Perubahan warna air tersebut jelas dikarenakan pembuangan limbah pabrik yang berada di sekitaran sungan Bengawan Solo (terutama pabrik tekstil dan kimia). Namun, ketika musim penghujan tiba sungai ini akam berubah warna airnya berwarna kecoklatan yang disebabkan oleh erosi di daerah aliran sungai serta kapasitas air yang lebih tinggi. Saat ini lah muncul cerita lain bagi warga disekitar aliran Sungan Bengawan Solo (banjir).

Meskipun demikian, warga disekitar aliran sungai yang saat ini berwarna hitam tidak merasa terganggu dan menganggap ini sebagai hal biasa. Tapi izinkan saya sedikit mengandai-andai jika suatu saat nanti sungai terpanjang di pulau Jawa ini ekosistemnya rusak dan ikan pun tidak mau hidup di dalamnya. Kira-kira anak cucu kita nanti jadi seperti apa ya?

menyaksikan air hitam mengalir di bengawan solo
Seorang Kawan tampak Mengamati Sesuatu | Prapto

Tujuan saya menulis kisah ini tidak lain hanyalah sebagai renungan pribadi sekaligus berbagi kepada Anda yang berada jauh dari wilayah aliran Sungai Berwarna Hitam (Bengawan Solo) ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada postingan berikutnya. Semoga saja ada yang mempedulikan tentang hal ini dan melakukan tindakan agar alam bisa lebih lestari seperti yang telah di tulis ‘nyonyah’ pada artikel revolusi hijau.

2 Komentar

  1. udah jauh beda ya, warna Air Sungai Bengawan Solo sudah menjadi hitam, perlu ada penanganan oleh pemerintah

1 Trackback / Pingback

  1. Jembatan Putus di Jalan Masaran - Pilang » Prapto Sragen

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*