Efektifkah Penghapusan Subsidi BBM

Demo Penolakan Subsidi BBM oleh Masyarakat tertentu
Ilustrasi: Demo Penolakan Subsidi BBM oleh Masyarakat tertentu | foto: indoalpha

Ekonomi – Efektif atau tidaknya penghapusan (dalam istilah pemerintah disebut dengan pengalihan) subsidi BBM tergantung pada tingkat kesadaran dan kepedulian warga negara Indonesia itu sendiri sebagai mahkluk individu maupun mahkluk sosial. Jika merunut sudut pandang individu, tentu kesan yang muncul secara dominan adalah rasa berat dan kurang setuju. Secara individu akan berlogika dan berasumsi bahwa biaya kebutuhan hidup akan meningkat karena efek domino dari pencabutan subsidi BBM. Biaya operasional untuk berangkat kerja pun jadi meningkat pula karena imbas pencabutan subsidi BBM. Serta, masih banyak lagi pendapat secara individu yang memberatkan hingga mengabaikan hakikat manusia sebagai mahkluk sosial.

Tapi pencabutan subsidi BBM akan dipandang berbeda jika menggunakan pendekatan secara sosial. Dampak yang dirasakan ternyata jauh lebih baik dan tidak seperti yang ditakutkan oleh masyarakat luas.

Demo Penolakan Subsidi BBM oleh Masyarakat tertentu
Ilustrasi: Demo Penolakan Subsidi BBM oleh Masyarakat tertentu | foto: indoalpha

Justru dengan dicabutnya subsidi BBM sehingga harga BBM mengikuti perkembangan harga minyak dunia, masyarakat dibiasakan untuk melakukan manajemen keuangan yang terencana dan terukur. Dalam sudut pandang PS, subsidi BBM = pembodohan terhadap masyarakat.

Kenapa Subsidi BBM = Pembodohan ?

Secara tidak langsung pemerintah selaku penyelenggara negara telah membiasakan warga negaranya untuk manja, untuk mendapatkan bantuan, sehingga tercipta budaya malas untuk berusaha. Bagaimana tidak? Rakyat yang tidak semua paham tentang ilmu ekonomi perdagangan, selalu dimanjakan dengan bantuan-bantuan pemerintah yang kadang juga justru tidak tepat sasaran.

Sebagai contoh nyata saja dengan adanya subsidi BBM sehingga harga Premium dan Solar lebih murah, akan mendorong masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi serta meninggalkan angkutan umum. Ada lagi yang sering kita jumpai di jalanan, banyak ditemui pelajar yang belum cukup umur (yang masih belum akurat dalam prediksi berkendara) dan bahkan belum memiliki surat izin mengemudi (SIM), dengan bebasnya berkendara di jalan umum yang ramai. Kalau selamat sih ya alhamdulillah ya, tapi kalau kena musibah bagaimana? Jangan dianggap subsidi BBM itu tidak memiliki pengaruh, besar pengaruhnya terhadap kepemilikan kendaraan bermotor. Kalau jalanan sudah pada dengan kendaraan bermotor, efek yang terasa banget adalah macet. Selain itu pengendara yang tak mau mengalah, ujung-ujungnya kecelakaan, setelah di usut ternyata belum cukup umur, setelah diperdalam lagi ternyata orang tua memberikan fasilitas bagi anaknya agar tidak capek dan harga BBM juga murah. So, masih nekat minta subsidi BBM dari pemerintah? Sayang anak dan saudara kawan!

Itu baru satu contoh kasus dari sekian ribu kasus yang bisa digali tentang dampak negatif dari subsidi BBM yang diterapkan. Contoh lain adalah adanya mafia migas yang dimana harga BBM di Indonesia lebih murah digunakan sebagai tempat kulakan, lalu dijual keluar negeri dengan harga yang lebih tinggi atau sesuai dengan harga minyak dunia. Siapa yang untung coba? Kamu? Negara? Tidak, kamu rugi karena stok BBM subsidi langka memaksamu untuk beli BBM non subsidi, Negara rugi karena kasih subsidi BBM buat mafia migas.

Ingat! Pemberian subsidi BBM bertujuan untuk membuat harga BBM lebih murah dari harga minyak dunia. Kalau dalam ilmu ekonomi perdagangan itu ya, harga kulakan lebih rendah dari harga jual ya sama dengan UNTUNG! Yang untung siapa? Mafia migasnya dong, kamu kan beli BBM untuk digunakan beraktifitas dan kerja, malah tambah rugi to jadinya.

Keuntungan Pencabutan Subsidi BBM

Satu saja contoh yang benar-benar dirasakan masyarakat saat subsidi BBM dicabut adalah pembangunan infrastruktur yang lebih cepat. Kalau infrastrukturnya bagus, seperti jalan dan jembatan misalnya, tentu masyarakat akan lebih nyaman dalam menjalani kehidupan. Sarana publik yang baik dan memadai, akan memberikan suasana hidup yang lebih tentram.

Selain itu, tingkat penggunaan kendaraan bermotor akan cenderung berkurang intensitasnya karena masyarakat yang cenderung selektif dan berkalkulasi. Kemacetan juga sedikit teratasi bukan?

Masih banyak manfaat dan keuntungan yang kita dapatkan dari penghapusan subsidi BBM. Sampai kapan kita mau terus dininabobokkan oleh kenyamanan hidup yang semu, bukankah lebih baik kita bersiap menyongsong era baru, era modern tanpa subsidi BBM dengan menikmati fasilitas yang bagus dan baik dari negara. 69 tahun negeri kita merdeka, mosok iya mau berkembang terus? Sudah saatnya menjadi negara maju dengan masyarakatnya yang berpola pikir maju jauh ke depan, ke masa depan yang lebih baik.

Mulai dari Nol ya. Yuk pakai Pertamax biar Nikmat.
Mulai dari Nol ya. Yuk pakai Pertamax biar Nikmat. | foto: motoblast

Ya, memang terkadang jika kita lebih menekankan pada sisi individu, semua itu terasa berat tapi hanya seketika itu, saat penghapusan subsidi BBM. Tapi setahun ke depan, masyarakat akan benar-benar merasakan nikmatnya kemajuan jaman. Termasuk yang tinggal di pedesaan.

Jadi, efektif dan tidaknya penghapusan subsidi BBM itu tergantung sudut pandang masing-masing? Mau nikmat sesaat tapi anak cucu menjerit, atau pahit sebentar tapi selanjutnya merasakan kenikmatan, termasuk anak cucu kita juga merasakannya?

Selalu ada Pilihan 😀

8 Komentar

    • nah sekarang kita sudah merasakan sendiri dampak penghapusan subsidi dan jatuhnya harga konsumen jadi lebih murah dan mengikuti harga minyak dunia. terlebih trennya juga sedang turun,

  1. harga minyak dunia tidak bisa diperkirakan, bisa saja sekarang turun, namun kedepannya bisa jadi akan melonjak naik lagi, sementara subsidi terhadap bbm telah dihapuskan, bisa-bisa masyarakat kewalahan. kasihan sekali masyarakat indonesia ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*