Fenomena Badai Abu Vulkanik

abu vulkanik gunung kelud
Sejumlah pengendara roda dua saat melintasi jalanan di wilayah Kota Madiun, Jawa Timur tertutup abu vulkanik Gunung Kelud (14/2). TEMPO/Nofika Dian Nugroho

Sosial – Memang unik fenomena seperti badai abu ini dan biasanya terjadi di padang pasir. Tapi siang ini benar-benar mengejutkan saat menulis posting sebelumnya yang berjudul wujud kasih sayang gunung Kelud dan sampai ditengah, terpaksa berhenti akibat terjadi badai abu yang cukup mengerikan. Bergegas keluar rumah dengan alat keamanan seadanya, coba mengabadikan beberapa jepret foto fenomena badai abu vulkanik ini. Tak sanggup bertahan lama, lalu masuk ke dalam rumah lagi karena debu yang beterbangan terasa begitu tajam menabrak sekujur tubuh.

Badai Abu terjadi sesaat sebelum hujan air turun
Badai Abu terjadi sesaat sebelum hujan air turun, dimana angin menerbangkan abu vulkanik gunung Kelud dengan intensitas pekat | foto: prapto SE k770i

Dari gambar di atas mungkin tampak seperti kabut yang berwarna putih di langit, seperti suasana pagi hari. Tapi itu adalah kumpulan abu vulkanik yang terbang terbawa angin sesaat sebelum hujan air turun. Beberapa hari terakhir setelah hujan abu terjadi di wilayah Sragen, setiap akan turun hujan selalu terjadi badai abu dan sangat mengejutkan bagi warga masyarakat sekitar. Mungkin banyak yang merasakan fenomena langka ini, bahkan ketika erupsi merapi terjadi beberapa tahun silam, tidak ada fenomena seperti ini.

Kasih Sayang Gunung Kelud

Bukan tidak beralasan dengan dipilihnya judul wujud kasih sayang gunung Kelud dalam liputan singkat peristiwa bersejarah ini. Banyak yang mengatakan bahwa abu vulkanik memiliki manfaat sebagai pupuk organik bagi tanaman, dan pasir vulkanik gunung berapi memiliki kualitas yang cukup baik untuk digunakan sebagai materia bahan bangunan. Sedangkan gunung Kelud sudah memberikan secara gratis bagi alam sekitar, dengan bantuan alam pula dia mengirimkan semua itu kepada kita. So sudah sepantasnya jika harus berterima kasih dan bersyukur dengan pemberian ini, terlepas dari keprihatinan kita atas saudara-saudara yang terdampak bencana. Yang penting kita semua berupaya untuk memulai hidup kembali seperti sedia kala dan memikirkan ulang agar tidak mengambil resiko dengan tinggal di radius 5 km dari puncak gunung berapi aktif di negeri ini.

 jalan kampung halaman akibat hujan abu
Pemandangan pada Jumat pagi 14 Februari 2014 di jalan kampung halaman akibat hujan abu jadi serba abu-abu | foto: prapto SE k770i
terkena hujan abu gunung Kelud
Buah Rambutan yang mulai Merah, pagi itu berubah warna keabuabuan terkena hujan abu gunung Kelud | foto: prapto SE k770i

Ingat ya, di balik pemberian hadiah kasih sayang dari gunung Kelud ini masih terdapat bahaya yang mengancam bagi pernafasan akibat adanya debu vulkanik yang dikirimkan. Debu vulkanik cukup tajam dan berbahasa bagi organ dalam tubuh kita, dan juga mengurangi jarak pandang saat kita berkendara.

Mari kawan kita jaga diri, lebih baik mencegah daripada mengobati dan terima kasih gunung Kelud!

16 Komentar

  1. Oh tempat mas kena debu juga ya. Debu vulkanik bisa di manfaatkan untuk orang yang selalu bersyukur. tapi ada juga yang berpikiran itu musibah. entah pemikiran orang berbeda-beda. yang sabar mas. kampung halaman saya juga katanya kena debu vulkanik gunung kelud..

    • iya mas, tapi aktivitas masyarakat sudah berangsur normal di kampung. Memang ada beragam sudut pandang masyarakat kita, jadi ya kita saling menghormati saja lah pendapat mereka dalam menilai sebuah musibah

  2. abu vulkanik juga sampai di daerah saya mas. Repot juga ya harus bersih-bersih lantai hehehe motor saya juga kotor semua gara-gara terkena abu vulkanik ini 🙂

    • he he he dan abunya ini ternyata tidak bisa buat bahan bangunan, kemarin ada yang nyampurin dengan semen tapi tidak mau bercampur layaknya pasir biasa. Mungkin karena bentuk abunya yang kristal tajam-tajam ya 🙁

    • he em mas, beritanya yang terdampak agak parah itu Jogja ya mas, jika dibanding wilayah lain. Ya mudah-mudahan berkahnya juga lebih banyak buat Jogja dan Sukarta 🙂 amin

  3. Kalau nyimak penuturan mbah Rono, staf ahli gunung berapi, gunung itu punya waktu & ruang sendiri. Manusia harus sabar kalau mau mengambil manfaatnya.

    • he em mbak, ibaratnya kita saling menghormati kebutuhan masing-masing, disaat gunung hendak mengeluarkan isi perut, ya kita menjauh dulu. Toh tidak setiap detik si gunung seperti itu, he he mari sayangi alam

  4. Selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa. Saat peristiwa meletusnya gunung kelud yang lalu tak terbayangkan betapa dahsyatnya, sampai-sampai abu vulkanik begitu tebal menyelimuti wilayah yang jaraknya ratusan kilometer.

    • iya mas, memang sebagai mahkluk berakal kita harus mampu mengambil sisi positif dari setiap kondisi, kalau kebanyakan negatif ya efeknya juga kurang baik, seperti problem abu vulkanik gunung kelud ini

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Wujud Kasih Sayang Gunung Kelud | Prapto Sragen
  2. Gunung Slamet & Merapi jadi Trends | Prapto Sragen

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*