Hari Perempuan Internasional 2014

Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2014 on Google
Google Doodle memperingati Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2014

Public Sosial – Hari perempuan internasional yang diperingati setiap tanggal 8 Maret tahun ini memang tampak gempita di dunia maya, pasalnya situs mesin pencari terbesar dan yang sering digunakan oleh orang di seluruh dunia, turut memperingati perayaan hari perempuan internasional dengan menampilkan Doodle (gambar yang biasanya muncul di atas kotak pencarian pada halaman beranda Google) bertemakan feminimitas, ada simbul ‘kaca pengilon‘ yang merupakan simbol kelamin betina pada dunia Biologi.

Masyarakat dunia memperingati hari perempuan internasional sebagai hari kebangkitan kaum perempuan dalam berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, sosial, pendidikan, budaya dan lain sebagainya. Sehingga menetapkan setiap tanggal 8 Maret menjadi hari besar untuk menghormati perjuangan kaum perempuan tersebut.

Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2014 on Google
Google Doodle memperingati Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2014

Mari sejenak mengenal tentang sejarah hari perempuan internasional berikut yang disadur dari pusat artikel studi Wikipedia: Hari Perempuan Internasional sebagai rujukan utama; “Gagasan atau ide tentang perayaan hari perempuan internasional kali pertama disampaikan saat mulai masuk abad ke-20, derasnya gelombang industrialisasi dan ekspansi ekonomi sehingga menimbulkan protes mengenai kondisi kerja (suasana kerja di masa itu memang terbilang memprihatikan, terutama dialami kaum perempuan). Atas kondisi tersebut, paum perempuan yang bekerja di pabrik pakaian dan tekstil mengadakan protes pada 8 Maret 1857 di New York City. Mereka (buruh garmen) memprotes kondisi kerja yang dirasakan sangat buruk dengan tingkat gaji yang rendah pula. Namun, para pengunjuk rasa (buruh garmen yang didominasi kaum perempuan) diserang dan dibubarkan oleh polisi. Akhirnya kaum perempuan buruh garmen membentuk serikat buruh pada bulan yang sama dua tahun setelah protes tersebut. Di belahan dunia Barat, Hari Perempuan Internasional (English: International Women’s Day) dirayakan sekitar tahun 1910-an dan 1920-an, tetapi sempat kemudian menghilang. Peringatan ini dihidupkan kembali dengan bangkitnya feminisme pada tahun 1960-an dan pada tahun 1975, PBB mulai mensponsori Hari Perempuan Internasional.

 Dalam literasi lain yang juga mengupas tentang sejarah hari perempuan internasional menyebutkan bahwa “Hari Perempuan Sedunia sejatinya adalah kisah perempuan biasa yang telah menoreh catatan sejarah tentang perjuangan berabad-abad yang dilakukan untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat, seperti halnya kaum laki-laki. Pada masyarakat Yunani Kuno, Lysistrata menggalang (mengumpulkan) gerakan perempuan untuk mogok berhubungan seksual dengan pasangan (laki-laki) mereka sebagai tuntutan dihentikannya peperangan. Sementara itu pada Revolusi Prancis, perempuan-perempuan Paris berunjuk rasa menuju Versailles sambil menyerukan “kemerdekaan, kesetaraan dan kebersamaan” dan menuntut hak perempuan agar dapat ikut serta dalam pemilu.

Setelah kita tahu sejarah serta perkembangan terbaru dunia perempuan dari tahun ke tahun, sekarang mari kita lihat kondisi sekitar kita berada dan bagaimana nasib kaum perempuan sekarang?

Perempuan dan Kehidupan Sosial Kita

Melihat beberapa fenomena akhir-akhir ini yang cukup miris dengan banyaknya kasus kriminal yang menimpa korban kaum perempuan, sudah sewajarnya kita mengrenyitkan dahi dan mencoba menaruh perhatian lebih. Memang jaman sekarang emansipasi wanita dijunjung tinggi, kaum perempuan dapat dengan bebas bekerja, membangun karir dan turut serta dalam kancah politik seperti menjadi anggota legeslatif. Tapi semakin kesini seperti mulai tidak tercipta suasana yang kondusif dan positif, persaingan karir yang berujung dengan saling menjatuhkan juga di alami oleh kaum perempuan berkarir.

Salah satu contoh nyata adalah kasus walikota Surabaya (Ibu Risma) yang juga perempuan, dalam mengungkap ketidakwajaran di intansinya yang justru menjadi polemik bagi internal politikus itu sendiri. Seakan-akan kesannya itu ibu Walikota terbaik yang juga dari kaum perempuan ini menjadi bola voli yang di serve lalu di block, kemudian dilakukan toser yang berakhir dengan smash oleh para tikus-tikus kantor (kata bang Iwan Fals dalam lagunya). Ya opo rek, emansipasi perempuan sing kepiye kui?

Jika menurut sudut pandang pribadi PS sih, kaum perempuan tidak perlulah terlalu keras berusaha dan jangan sampai mengabaikan keluarga serta pasangan hanya demi mengejar karir. Toh secara kodrat juga sudah jelas kalau tugas utama perempuan adalah melayani suami, mendidik dan membimbing anak, menjadi bendahara keluarga dan menjaga harta benda suami, memasak dan seambrek tugas rumah lainnya. Hello, masih mau mengejar karir? Karir bagus kalau tugas utamanya sebagai perempuan saja kacau, apa gunanya? Perempuan hebat itu yang tugas utamanya tuntas dan baik, serta karirnya bagus (jadi keduanya oke dan saling berkontribusi) 🙂

Selain Hari Perempuan Internasional, 8 Maret juga  Anniversary Aryta
Selain Hari Perempuan Internasional, 8 Maret juga Anniversary Aryta | dok. pribadi

Last, mari kita jaga, lindungi dan sayangi setiap perempuan yang ada di dunia ini tanpa membeda-bedakan dan beri apresiasi setia tanggal 8 Maret dengan mengucapkan “Selamat Hari Perempuan Internasional ya…. Semoga tugas utamanya makin jos dan karirnya juga melejit. Ammmiiinnnn.

1 Trackback / Pingback

  1. Kilas Balik Posting Blog Bulan Maret 2014 - Prapto Sragen

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*