Jembatan Putus di Jalan Masaran – Pilang

Publik Sosial – Di awal bulan puasa tahun ini memang banyak peristiwa di luar dugaan seperti banjir dan jembatan putus. Kalau melihat garis waktu, jembatan penghubung masyarakat desa Pilang dan sekitarnya untuk akses ke kota kecamatan Masaran yang putus ini terakhir diperbaiki pada tahun 2013. Perbaikan tersebut dilakukan akibat tergerusnya penyangga jembatan sisi barat akibat derasnya aliran air sungai di bawahnya. Namun, bulan kemarin sebelum banjir luapan sungai bengawan Solo terjadi, penampakan kerusakan jembatan sudah mulai terlihat, yaitu dengan adanya penurunan tepat di sambung tengah jembatan.

Papan Pengumuman Jembatan Rusak + Pengalihan arus Kendaraan

Papan Pengumuman Jembatan Rusak + Pengalihan arus Kendaraan

Seiring berjalannya waktu, semakin hari semakin besar penurunan ketinggian penyangga tengah jembatan hingga pada bulan puasa awal, jembatan ini hanya boleh dilalui kendaraan roda dua saja. Tapi sekitar beberapa hari yang lalu saat PS coba melintas dengan roda dua sudah diingatkan oleh penduduk sekitar kalau jembatan sudah putus dan tak dapat di lewati lagi. Terpaksa harus memutar sedikit jauh masuk perkampungan agar dapat menuju rumah orang tua.

Konon saat terjadi banjir luapan air sungai bengawan Solo kemarin, pihak pemerintah kabupaten Sragen melalui bupati Sragen yang baru telah mengunjungi lokasi jembatan putus di jalan Masaran – Pilang ini. Pihak pemerintah tetap berusaha mengupayakan perbaikan jembatan, mengingat jembatan ini merupakan askes utama masyarakat dan kendaraan angkut seperti truk. Namun, informasi terbaru yang di dapatkan bahwa pelaksanaan pembangunan jembatan baru dapat dianggarkan pada tahun 2017. Jadi masyarakat diharapkan dapat bersabar untuk memutar agak jauh melalui tengah perkampungan sekitar enam bulan kedepan.

Patahan Jembatan Menganga cukup Lebar di sisi Timur

Patahan Jembatan Menganga cukup Lebar di sisi Timur

Di atas adalah foto sambungan jembatan bagian tepi dari arah Masaran (sisi Timur) yang tampak menganga dengan lebar patahan sekitar 5 – 8 cm. Sedangkan yang di bawah ini adalah tampak foto di bagian tengah jembatan, yaitu tepat di sambungan tengah yang terlihat lebih rendah dari bagian tepi (perhatikan dinding jembatan dan garis bantu kuning panjang) dan tampak juga lebar patahan pada sambungan jembatan sekitar 10 – 12 cm.

Fokus pada Pagar Jembatan yang tampak Patah di tengahnya

Fokus pada Pagar Jembatan yang tampak Patah di tengahnya

Cukup mengkhawatirkan jika dipaksakan untuk dilalui roda empat saat itu.

Pengalihan Arus Kendaraan Menghindari Jembatan Putus

Saat ini (menjelang Lebaran), untuk kendaraan roda dua dan roda empat (pribadi/kecil) yang dari arah Masaran menuju wilayah Pilang dapat melintasi jalan kampung Klembon di sisi utara jembatan yang putus. Sedangkan untuk kendaraan roda empat angkut (truk/bus/niaga) harus memutar agak jauh melalui jalan Gronong – Sidokerto. Sementara itu untuk kendaraan roda dua maupun empat(pribadi/kecil) yang dari arah barat menuju Masaran dapat melalui jalan Bayur – Josari. Perhatikan peta ilustrasi pengalihan arus kendaraan berikut ;

Ilustrasi Peta Pengalihan Arus untuk Roda dua & roda Empat

Ilustrasi Peta Pengalihan Arus untuk Roda dua & roda Empat

Dan berikut adalah foto dokumentasi jembatan yang putus ini pada tahun 2013 setelah selesai dilakukan perbaikan. Terlihat sangat jelaskan kondisi kerusakannya?

Jembatan di Jalan Masaran - Pilang usai Diperbaiki 2013 silam

Jembatan di Jalan Masaran – Pilang usai Diperbaiki 2013 silam | dok: Panoramio

Oh iya, desa Pilang dan Kliwonan merupakan sentra produksi batik Sragen dan jembatan putus ini bisa dikatakan sebagai jalur akses utama menuju kedua kawasan desa wisata batik tersebut. Oleh karenanya PS berinisiatif untuk mempublikasikan informasi ini agar masyarakat umum yang akan berwisata atau kulakan batik Sragen tidak bingung jalannya.

Semoga Bermanfaat!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *