Nasib Proyek Tol Solo – Ngawi

Pembangunan – Proyek yang digadang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi yang menghubungkan Jakarta – Surabaya dalam satu jaring Tol Trans Jawa ini sempat macet beberapa waktu. Terlebih saat tiba-tiba aktivitas pembangunan proyek tol Solo – Ngawi yang terhenti, sehingga masyarakat sekitar lokasi proyek pun bertanya-tanya. PS pun coba mencari tahu apakah gerangan yang menyebabkan terhentinya proyek yang terhitung besar ini.

Selidik punya selidik ternyata pemegang saham utama yaitu PT TCI dikabarkan kehabisan dana untuk melanjutkan proyek tol Solo – Kertosono dan proyek pun dilelang. Kabar terbaru yang didapat bahwa proyek ini akan dilanjutkan tahap pembangunannya setelah diakuisisi sahamnya oleh PT Jasa Marga dan PT Waskita Karya dengan komposisi saham 60% dan 40%.

Proyek Tol Solo - Kertosono jilid Dua | foto: solopos.com

Proyek Tol Solo – Kertosono jilid Dua | foto: solopos.com

Beberapa waktu lalu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah melakukan peresmian percepatan pembangunan proyek tol Solo – Kertosono di daerah Klitik kabupaten Ngawi provinsi Jawa Timur. Dalam kabar yang dirilis beberapa media online, proyek tol ini akan dibagi menjadi beberapa bagian yang panjangnya antara 10 km sampai 15 km tiap bagiannya. Sehingga membuka peluang bagi usaha jasa kontruksi yang tertarik untuk turut andil menggarap proyek tol Solo – Ngawi yang merupakan bagian dari tol Solo – Kertosono.

Kelanjutan pembangunan tol Solo – Kertosono atau yang lebih kondang disebut dengan tol Soker ini sekarang berada ditangan PT JM dan PT WK selaku pemegang saham. Proyek jalan tol terpanjang di pulau Jawa ini telah memberikan harapan yang cukup besar bagi masyarakat, agar akses transportasi antar wilayah dapat berlangsung dengan waktu yang cepat. Terlebih lagi bagi Usaha Kecil dan Menengah yang memproduksi barang hasil kerajinan, diharapkan dengan adanya proyek jalan tol Soker ini mampu memudahkan dan menekan biaya distribusi hasil produksi.

Perlu di antisipasi Pengusaha Kontruksi

Tidak terlepas dari efek sesaat yang timbul bagi masyarakat sekitar lokasi proyek, pihak pelaku kontruksi juga seharusnya sudah memperhitungkan agar tidak timbul gejolak di masyarakat saat proses pembangunan berlangsung. Sehingga proses pembangunan jalan tol soker ini dapat berjalan dengan lancar tanpa terhalang dengan ‘demo’ warga masyarakat sekitar lokasi proyek yang merasa dirugikan.

Salah satu contoh yang mungkin memiliki efek berantai adalah penggunaan jalan kampung sebagai lalu lintas armada proyek untuk mengangkut material pembangunan, sehingga jalan menjadi hancur dan berdebu. Walau sebenarnya itu jalan kabupaten atau bahkan jalan provinsi, tapi masyarakat umum cenderung tidak peduli karena bagi mereka, diri merekalah yang merasakan dampaknya dan merasa terganggu dengan aktifitas tersebut dan perlu mendapatkan perhatian dari pihak pelaksana proyek pembangunan jalan tol Solo – Kertosono.

Demo Warga Terdampak Proyek Tol Solo - Kertosono

Demo Warga Terdampak Proyek Tol Solo – Kertosono | foto: solopos.com

Ketika iklim kondusif antara pihak pelaksana proyek dengan masyarakat tidak terbentuk, maka akan muncul gesekan-gesekan yang merugikan pihak pelaksana proyek itu sendiri seperti halnya waktu pengerjaan yang molor akibat pemblokiran oleh masyarakat, kerugian sewa alat berat yang tidak digunakan akibat pemblokiran, kerugian menggaji karyawan yang tidak dapat bekerja dan lain sebagainya yang mungkin saja timbul.

Alangkah baiknya pihak pelaksana dapat merangkul warga masyarakat sekitar lokasi proyek sehingga iklim kondusif dapat tercipta selama proses pelaksanaan proyek pembangunan jalan tol Solo – Kertosono dapat berjalan lancar, misal dengan mempekerjakan masyarakat sekitar sebagai pelaku di lapangan, atau menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat.

Semoga dengan dilanjutkannya proyek pembangunan tol Solo – Ngawi yang merupakan bagian dari tol Trans Jawa ini dapat membangkitkan harapan masyarakat akan mudahnya akses transportasi untuk kabupaten yang dilalui. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *