Pembangunan Jembatan Grompol, Sragen

Tiang Pancang di Proyek Jembatan Grompol Sragen
Tiang Pancang di Proyek Jembatan Grompol Sragen | foto: exclusive

Pembangunan – Bulan puasa Ramadhan telah tiba, dan sebentar lagi hari Lebaran pun segera menghampiri yang juga berpengaruh pada transportasi publik bagi masyarakat. Seperti sudah menjadi syarat bagi kaum urban saat menjelang lebaran melakukan ritual MUDIK atau berkunjung ke tempat orang tua dan saudara di kampung halaman. Aneka jenis kendaraan digunakan masyarakat sebagai sarana transportasi saat mudik, mulai dari angkutan umum hingga kendaraan pribadi seperti mobil maupun motor.

Andai saja kita mau membayangkan, beban jalan yang dilalui akan meningkat lebih dari 100 % dari biasanya pada saat mudik lebaran. Sepertinya juga pemerintah tidak mau kecolongan, terutama di ruas jalur tengkorak yang menghubungkan Solo (Semarang/Yogyakarta) – Sragen (Surabaya). Sepanjang ruas jalan Solo – Sragen terdapat beberapa jembatan penghubung yang hampir semuanya sudah empat lajur, hanya tinggal satu jembatan yang masih terdiri dua lajur, yaitu Jembatan Grompol yang tepat berada di atas perbatasan kabupaten Karanganyar dengan kabupaten Sragen.

Aktivitas Eskavator tampak di lokasi Pembangunan Jembatan Grompol | foto: exclusive
Aktivitas Eskavator tampak di lokasi Pembangunan Jembatan Grompol | foto: exclusive

Jalan yang masuk sebagai kategori jalan Nasional ini memang sedang dipersiapkan untuk dilakukan pelebaran, sehingga diharapkan dalam beberapa tahun mendatang sudah menerapkan sistem empat lajur. Ulasannya dapat di baca pada tulisan Pelebaran Jalan Solo – Sragen.

Pembangunan jembatan Grompol sepertinya memang sudah memasuki tahap kontruksi karena memang di lapangan sudah ada aktivitas kontruksi alat berat. Misalnya saja dua buah eskavator yang melakukan pengerukan di lokasi pembangunan jembatan Grompol. Selain itu juga tampak alat berat yang digunakan untuk melakukan pemasangan tiang pancang paku bumi (he he ndak tau nama alatnya itu he he) untuk pembangungan jembatan yang sudah berdiri tegak disisi selatan dari sungai Grompol.

Tiang Pancang di Proyek Jembatan Grompol Sragen
Tiang Pancang di Proyek Jembatan Grompol Sragen | foto: exclusive

Seperti yang di publikasikan KRJogja, Kepala Bidang Bina Marga dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) kabupaten Sragen, bapak Hutomo Ramelan mengatakan bahwa perbaikan jembatan Grompol yang berada persis di perbatasan Sragen dan Karanganyar merupakan prioritas selain perbaikan 11 jembatan lain di Sragen. Khusus untuk pembangunan Jembatan Grompol, sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat karena jalur tersebut merupakan jalur nasionalSedangkan untuk teknis pembangunan jembatan dan alokasi pembiayaan Jembatan Grompol, semua langsung ditangani oleh Kementrian Pekerjaan Umum. Proyek pembangunan Jembatan Grompol merupakan tindak lanjut dari pembangunan jalan dua sisi yang sebelumnya telah dimulai dari Kabupaten Karangnyar.Setahu kami, jenis pekerjaannya penggantian Jembatan Grompol dengan alokasi biaya Rp 16, 6 miliar dan sepenuhnya dibiayai pusat,” tambahnya.

Dampak sementara yang mungkin timbul akibat pembangunan jembatan Grompol ini antara lain, arus lalu lintas di sekitar lokasi proyek yang sedikit padat merayap karena arus keluar masuk kendaraan proyek, sehingga pengendara harus mengurangi laju/kecepatan kendaraan saat melintas. Selain itu, debu yang diterbangkan oleh angin dari lokasi proyek juga cukup mempengaruhi kesehatan masyarakat sekitar karena memang pelaksanaan pembangunan yang dilakukan pada musim kemarau. Namun masih dapat disiasati dengan melakukan penyiraman tanah yang berdebu.

Truk Beton di lokasi Pembangunan Jembatan Grompol, Sragen | foto: exclusive
Truk Beton di lokasi Pembangunan Jembatan Grompol, Sragen | foto: exclusive

Yaaa….memang harus bisa legowo dan memaklumi karena semua itu merupakan proses untuk menciptakan sarana transportasi publik yang memadai dan nyaman bagi masyarakat. Dengan dilakukannya pembangunan jembatan Grompol, Sragen ini diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas di ruas jalan Solo – Sragen. Semoga cepat terselesaikan dan segera dapat digunakan pada saat arus mudik dan arus balik lebaran nanti.

Oh ya, kalau jembatan Grompol ini selesai dibangun, mungkinkan ruas jalan raya Solo – Sragen menjadi empat lajur dengan dua lajur ke arah Sragen dan dua lajur ke arah Solo, seperti yang ada di kabupaten Karanganyar?? kita tunggu bersama …

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*