Penyelesaian Alokasi Rombel pada Simpatika

Pendidikan – Saat sedang asyik, eh muncul peringatan alokasi rombel di SIMPATIKA, walhasil gagal lagi pengajuan s25a-nya yang berdampak pada belum aktifnya akun kepala madrasah. Bagi yang belum siap dengan perubahan ini tentu akan dibuat pusing keliling lingkaran dan berburu informasi di dunia maya. Tapi bagi yang sudah memahami galaunya sistem, akan memilih menunggu finalisasi sistem yang terus diperbaharui sembari menganalisa kasus-kasus seperti peringatan alokasi rombel maupun alokasi jtm yang sudah ketemu solusinya.

Beginikah Ekspresi Kawan Operator Gegara Rombel

Beginikah Ekspresi Kawan Operator Gegara Rombel he he he

Oh ya, bagi yang belum sempat membaca tentang cara mengatasi peringatan alokasi jtm bisa membuka link berikut >> mengatasi alokasi jtm

Di postingan ini khusus akan membahas tentang penyelesaian alokasi rombel pertingkat kelas yang akhir-akhir ini muncul. Sebenarnya alokasi rombel itu adalah jumlah total jam mengajar/tatap muka tiap minggu di suatu kelas. Berdasarkan terbitan terbaru di situs Simpatika yang berisi struktur kurikulum yang diterapkan pada semua jenjang madrasah berdasarkan KMA 207, sudah jelas tertera alokasi rombel. Yaitu jumlah seluruh jam pelajaran selama satu minggu di setiap tingkat kelas.

Peringatan Alokasi JTM Belum Terpenuhi pada Simpatika

Peringatan Alokasi JTM Belum Terpenuhi pada Simpatika

Ketika jumlahnya melebihi jumlah yang terdapat pada struktur kurikulum, maka munculah peringatan Alokasi JTM seperti kasus sebelumnya yang menghalangi proses pengajuan s25a. Simpul persoalan dari semua ini masih disebabkan pada kekurangsesuaian pada penambahan jadwal mengajar atau pembagian jadwal mengajar pada setiap tingkat kelas.

Solusi Menghilangkan Peringatan Alokasi Rombel

Setelah melakukan analisa kasus, khususnya di tingkat madrasah ibtidaiyah untuk kelas tinggi yang memiliki alokasi 39 jam pelajaran perminggu, di dapatkan beberapa rumusan permasalahan sebagai berikut :

  1. telah terjadi kelebihan jam tatap muka perminggu, yang seharusnya 39 jam perminggu tapi di madrasah ibtidaiyah tempat kami berjumlah 48 jam (kelebihan 9 jam).
  2. Setelah dipelajari jadwal pelajaran pada kelas yang dimaksud, ditemukan beberapa mata pelajaran yang tidak tercantum pada struktur kurikulum terbitan Simpatika, yaitu : Tahfidz (mulok sekolah), Bahasa Inggris, Baca Tulis Alquran, Kemuhammadiyahan (mulok yayasan).
  3. Ketika semua mata pelajaran yang tidak tercantum tersebut dihapus dari jadwal pelajaran, jumlah alokasi tatap muka per minggu menjadi 39 jam.

Akan tetapi, dampak yang timbul terhadap riwayat mengajar pendidik sangatlah signifikan, terlebih lagi bagi guru yang mendapatkan tunjangan yang harus terpenuhi 24 jam tatap muka perminggu. Hal ini dapat memicu perselisihan antar guru akibat rebutan jam mengajar jika tidak hati-hati dalam penataan jadwalnya. Sangat disarankan untuk melakukan rapat dewan guru untuk melakukan penataan ulang pembagian tugas mengajar agar tidak ada pihak-pihak yang terdzolimi.

Jadwal Mingguan mulai Terisi dan Riwayat Mengajar Pendidik bertambah

Jadwal Mingguan mulai Terisi dan Riwayat Mengajar Pendidik bertambah

Lalu, bagaimana dengan muatan lokal tingkat yayasan dan sekolah dapat dimasukkan ke jadwal pelajaran? Intinya begini, dari pusat sepertinya menghendaki keseragaman dalam pembelajaran sesuai dengan struktur kurikulum yang diterbitkan. Lho, bukannya KTSP itu kurikulum tingkat satuan pendidikan yang berarti kurikulumnya disusun oleh masing-masing satuan pendidikan? Iya, tapi satuan pendidikan tetap harus memperhatikan struktur kurikulum dari pusat. Toh, jika satuan pendidikan ingin menambahkan muatan lokal yayasan atau sekolah kan tetap masih bisa ditambahkan setelah jadwal pelajaraan kurikulum inti terlaksana. Hanya saja untuk jam tambahan tersebut tidaklah dihitung jam mengajar oleh pusat, sehingga sangat disarankan bagi pemilik tunjangan untuk mengajar kurikulum inti sesuai KMA 207. File Struktur Kurikulum KMA 207 bisa di download melalui http://mimbtk.sch.id/home/files/1

Demikian tadi ulasan tentang alokasi rombel madrasah yang mungkin membuat sebagian dari kita pusing, tapi setelah membaca dan memahami hal di atas, tentu tinggal mengeksekusi jadwal pelajaran yang berlaku. Menurut hemat PS, alangkah baiknya s25a diajukan setelah bulan April saja sembari memperbaiki data-data yang ada serta menunggu perubahan-perubahan terbaru dari pusat. alon-alon wae mas/mbak bro!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *