Peta Politik Kabupaten Sragen

pejabat kabupaten sragen
Aktivitas Pejabat Tinggi di Kabupaten Sragen | internet

Sosial Politik – Tak biasa memang, tapi harus dicoba untuk bersuara seputar dunia politik yang semakin hari semakin memanas saja. Nah, dalam artikel ini coba diungkapkan opini sebagai masyarakat demokrasi Indonesia yang tinggal di wilayah kabupaten Sragen. Kalau bicara tentang peta politik di kabupaten Sragen, banyak pengamat politik yang menilai bahwa pergerakan roda pemerintahan akan berjalan agak berat. Kenapa bisa demikian? Simak ulasan berikut ini ;

Diketahui bahwa pucuk pimpinan di kabupaten Sragen berasa dari dua partai besar yang senantiasa berseberangan karakter sejak zaman dahulu, sehingga untuk mencapai keharmonisan dan kesinambungan antara pimpinan legeslatif (pembuat peraturan, dalam hal ini dewan perwakilan rakyat daerah) dengan eksekutif (pelaksana peraturan, dalam hal ini bupati). Kalau kita sadari akan kondisi tersebut, untuk mencapai kabupaten Sragen yang sejahtera dan sejalan dengan apa yang telah diprogramkan oleh bupati terpilih, memang sulit karena setiap kebijakan tentu membutuhkan keputusan dari DPRD.

pejabat kabupaten sragen
Aktivitas Pejabat Tinggi di Kabupaten Sragen | internet

Silakan kawan-kawan logikakan saja, dunia politik yang kita kenal sangat kejam dan bengis, ditambah dengan penguasa suatu daerah yang terdiri atas dua bendera yang tak sejalan, seperti apa jadinya daerah tersebut? Tepat sekali, saat ini kabupaten Sragen jauh tertinggal dari kabupaten-kabupaten di sekitarnya, banyak benturan dalam hal kebijakan telah membuat Sragen seakan tampak mati suri. Contoh nyata di lapangan adalah, banyak jalan rusak, berlubang dan tak terurus. Pembangunan infrastruktur seperti kurang ada penambahan, bahkan untuk pemeliharaan dan perbaikan juga tak terlihat, dan masih banyak lagi efek yang ditimbulkan dari berkibarnya dua bendera di wilayah Sragen.

Apakah rakyat Sragen peduli dengan keadaan yang memprihatinkan ini? Sebenarnya ada yang peduli, tapi lebih banyak yang acuh serta sekedar mementingkan perutnya masing-masing daripada harus capek-capek memikirkan tentang politik. Menjadi suatu hal yang sulit memang ketika ingin memajukan kabupaten Sragen tapi dengan dua kendaraan yang berseberangan tujuan. Jika kita memang serius peduli dengan kondisi politik di Sragen dan ingin Sragen lebih maju dan berkembang, kita harus mengibarkan satu bendera saja di Sragen!

Logikanya begini kawan, Jika bupati A hendak melakukan program kemajuan Sragen, maka bupati A kan harus menyodorkan program tersebut agar disetujui oleh DPRD yang dipimpin G, problem utamanya adalah antara A dan G ini dari dua partai yang berbeda tujuan, ideologi serta terkesan seperti bermusuhan. Bagaimana bisa tercapai program dari A jika G tidak pernah menyetujuinya? (Ini cuma logika atau gambaran saja, kalau faktanya ya who know? may be like that ha ha ha)

Solusi Terbaik Kemajuan Sragen

Solusi terbaik menghadapi kondisi pencaturan politik di kabupaten Sragen yang sudah diilustrasikan sebelumnya, tentu dengan mengibarkan satu bendera saja, sehingga setiap kebijakan yang diprogramkan untuk kemajuan kabupaten Sragen, akan lebih mudah dan cepat terlaksana.

Ada dua alternatif pilihan memang antara mengibarkan bendera partai A atau partai G di Sragen, tapi menurut opini, analisa dan pandangan saya, akan lebih bijak dan tepat guna jika yang dikibarkan di Sragen adalah partai A. Alasannya tidak lain karena masa jabatan bupati Sragen yang masih lumayan lama masa baktinya, dan masa bakti DPRD yang segera berakhir menjadi momen yang tepat untuk melakukan transisi ini demi terciptanya iklim politik yang kondusif agar Sragen dapat maju lebih baik lagi.

Tapi pilihan tetap ada di tangan Anda warga masyarakat Sragen, jika mengharapkan kemajuan di kabupaten Sragen, solusi yang disampaikan dapat menjadi alternatif terbaik untuk memperbaiki keadaan di kabupaten Sragen.

Tulisan ini saya dedikasi untuk kader parpol yang telah merendahkan saya, menganggap saya tak bisa apa-apa walau saya telah berusaha baik tapi keburukan yang saya dapatkan dari mulut mereka. Camkan pesan Bung Karno berikut ;

Berikan aku 1000 orang tua, maka hanya mampu menciptakan harapan.
Berikan aku satu pemuda, maka akan mampu merubah keadaan! 

4 Komentar

  1. intinya: semua parpol itu sama saja, hanya mencari kekuasaan yang berujung pada uang. Jadi perlu orang yang mengawasi dan membatasi kinerja parpol dan pimpinan daerah

    • yup tepat sekali, pengawas independent memang diperlukan dalam memantau jalannya roda pemerintahan. Namun pengawas yang benar-benar profesional dalam mengawasi,

    • rame dan full dengan segala bentuk pencarian massa dan pendukung, tempat saya saja sudah mulai intimidasi, propaganda dan sebagainya. Intinya rakyat kecil diadu demi kepentingan penguasa,

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Kilas Balik Februari 2014 Posting Blog | Prapto Sragen
  2. Hari Perempuan Internasional 2014 | Prapto Sragen
  3. Inikah Calon Bupati Sragen Pilihanmu? » Prapto Sragen

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*