Wujud Kasih Sayang Gunung Kelud

abu vulkanik gunung kelud
Sejumlah pengendara roda dua saat melintasi jalanan di wilayah Kota Madiun, Jawa Timur tertutup abu vulkanik Gunung Kelud (14/2). TEMPO/Nofika Dian Nugroho

Sosial – Erupsi gunung Kelud pada tanggal 13 Februari kemarin merupakan wujud kasih sayang dan ungkapan cinta dari gunung Kelud terhadap kondisi alam disekitarnya (ingat hlo ya, alam!). Namun, bagi kita khususnya saudara-saudara yang terdampak bencana alam gunung meletus ini tentu membentuk rasa prihatin di dalam hati. Cukup banyak wilayah yang terdampak akibat letusan gunung Kelud, konon berita yang tersebar di dunia maya mengatakan jika abu/debu vulkanik gunung Kelud dikirim hingga wilayah Jawa Barat dan Nusa Tenggara, terlihat betapa dahsyatnya kuasa Allah SWT.

Letusan gunung Kelud di tahun 2014 ini menimbulkan dampak yang cukup parah bagi kawasan sekitar gunung berada, seperti kabupaten dan kota Kediri, kabupaten Blitar, dan kabupaten Malang. Meskipun demikian, hujan abu tebal juga di kirim ke sebagian besar wilayah Jawa Tengah dengan ketebalan antara 1 cm hingga 30 cm. Bencana alam gunung meletus ini mengakibatkan 35 kelurahan dan tiga kecamatan tertutup abu tebal kurang lebih 1,5 m. Diberitakan pula sebanyak 200 ribu jiwa harus mengungsi dari tempat tinggalnya yang berada pada radius 20 km dari puncak gunung Kelud.

abu vulkanik gunung kelud
Sejumlah pengendara roda dua saat melintasi jalanan di wilayah Kota Madiun, Jawa Timur tertutup abu vulkanik Gunung Kelud (14/2). TEMPO/Nofika Dian Nugroho

Semoga tidak banyak korban jiwa dalam bencana ini dan aktivitas kasih sayang gunung Kelud segera kembali normal dan masyarakat yang terdampak dapat kembali ke rumah masing-masing. Mari sejenak kita berdoa untuk saudara-saudara kita yang terkena dampak erupsi gunung Kelud, semoga diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi bencana dan semoga keadaan segera membaik. Amin.

Morfologi Gunung Kelud

Gunung Kelud merupakan sebuah gunung berapi berstatus aktif di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Gunung nan berkharisma ini terletak di perbatasan antara kabupaten Kediri, kabupaten Blitar dan kabupaten Malang , dengan jarak kurang lebih 27 km di sebelah timur pusat kota Kediri. Selain gunung Merapi yang ada di Jawa Tengah, gunung Kelud merupakan gunung berapi paling aktif di Indonesia. Semenjak tahun 1000 Masehi, gunung Kelud telah meletus lebih dari 30 kali, dengan letusan terbesar berkekuatan 5 Volcanic Explosivity Index (VEI).

Keindahan Danau Kawah Gunung Kelud
Foto Keindahan Danau Kawah Gunung Kelud, Jawa Timur sebelum aktivitas 2007 lampau | sumber : Wikipedia Indonesia http://goo.gl/qvbRoN

Gunung berapi Kelud termasuk ke dalam tipe stratovulkan dengan karakteristik letusan eksplosif. Seperti banyak gunung berapi lain di Jawa, Gunung Kelud terbentuk akibat proses subduksi lempeng benua Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. Sejak tahun 1300 Masehi, gunung Kelud tercatat aktif meletus dengan rentang jarak waktu yang relatif pendek (9-25 tahun), dan menjadikannya sebagai gunung api yang berbahaya bagi manusia. Kekhasan gunung berapi ini adalah terdapatnya danau kawah (akibat aktivitas tahun 2007 yang memunculkan kubah lava, danau kawah nyaris sirna dan tersisa semacam kubangan air) yang membuat lahar letusan sangat cair dan membahayakan penduduk sekitarnya. Puncak Kelud adalah yang tertinggi dan posisinya agak ke timur laut danau kawah. Puncak-puncak lainnya adalah Puncak Gajahmungkur di sisi barat dan Puncak Sumbing di sisi selatan.

Aktivitas Letusan Gunung Kelud

Sejak abad ke-15 gunung Kelud telah menelan korban lebih dari 15.000 jiwa. Pada tahun 1586 terjadi letusan dahsyat gunung Kelud yang merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa. Seiring kemajuan pembangunan, maka dibuat sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini, setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk.

  • Letusan 1919
    Tercatat dalam laporan Carl Wilhelm Wormser (1876-1946) tahun 1919 terjadi letusan gunung Kelud. Disebutkan bahwa pada 20 Mei 1919 siang, tiba-tiba langit gelap. Hilangnya sinar matahari membuat semua yang hidup menjadi takut dan gentar. Hujan abu dan batu yang turun. Para penduduk desa di lereng gunung Kelud berusaha menyelamatkan apapun yang dapat diselamatkan. Letusan ini termasuk yang paling mematikan karena menelan korban 5.160 jiwa dan merusak sampai 15.000 ha lahan produktif akibat terkena aliran lahar yang mencapai 38 km.
  • Letusan 1990
    Letusan yang terjadi pada tahun 1990 berlangsung selama 45 hari (10 Februari 1990 s/d 13 Maret 1990). Ketika letusan ini, gunung Kelud memuntahkan 57,3 juta meter kubik material vulkanik seperti abu, pasir dan batu kerikil serta lahar dingin. Akibat letusan ini lahar dingin menjalar sampai 24 kilometer dari danau kawah melalui 11 sungai yang berhulu di gunung Kelud. Letusan ini juga sempat menutup terowongan Ampera dengan material vulkanik dan proses normalisasi baru selesai pada tahun 1994.
  • Letusan 2007
    Sejak 16 Oktober 2007 status awas (tertinggi) dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), yang berimplikasi penduduk dalam radius 10 km dari gunung Kelud tersebut harus mengungsi. Namun letusan tidak terjadi. Sejak 30 Oktober 2007 aktivitas gunung Kelud kembali meningkat dengan peningkatan pesat suhu air danau kawah dan kegempaan vulkanik dangkal. Suhu air danau melebihi 74 derajat Celsius (jauh di atas normal gejala letusan sebesar 40 derajat Celsius) pada tanggal 3 November 2007 dan menyebabkan alat pengukur suhu rusak. Sejak aktivitas tahun 2007 itu, danau kawah gunung Kelud praktis hilang karena kemunculan kubah lava yang besar. Yang tersisa hanyalah kolam kecil berisi air keruh berwarna kecoklatan di sisi selatan kubah lava.

    Kubah Lava yang muncul di Danau Kawah Gunung Kelud
    Kubah Lava yang muncul di Danau Kawah Gunung Kelud tahun 2007 | Sumber: http://goo.gl/n2mNrG
  • Letusan 2014
    Pada tanggal 13 Februari 2014 pukul 22.50 wib dilaporkan bahwa telah terjadi letusan eksplosif dari gunung Kelud, suara dentuman yang keras terdengar hingga beberapa wilayah di Jawa Tengah. Jarak yang singkat dari peningkatan status dari siaga menjadi awas yang dikeluarkan pukul 21.15 wib, tentu memberikan dampak kepanikan bagi warga yang belum atau sedang dalam proses evakuasi malam itu. Abu vulkanik dan material lain yang dimuntahkan gunung Kelud, terbawa hingga terbentuk hujan abu di beberapa wilayah seperti Madiun, Ngawi, Magetan, Sragen, Karanganyar, Solo hingga yang agak parah yaitu wilayah Yogyakarta.

NB: Akan saya update setelah badai abu vulkanik reda, hari ini 16/02/2014 pukul 14.12 wib terjadi badai abu, foto akan saya sertakan. Foto dan penjelasan singkat tentang fenomena badai abu vulkanik yang baru saja melanda kediaman PS, dapat dibaca pada posting berjudul Fenomena Badai Abu Vulkanik.

6 Komentar

  1. untung aja air yang ada di kawah gunung kelud sudah berkurang ya mas, jadi nggak begitu besar dampaknya bagi daerah sekitar. Soalnya bahaya juga kalau ada banjir lahar dingin nya nanti bisa merusak sungai dan rumah penduduk 🙂

    • nah, air itu lah yang sebenarnya dikhawatirkan mbah Rono sang master dunia gunung api dunia. Jika terjadi duet maut antara wedus gembel dan lahar dingin, tidak terbayangkan seperti apa jadinya. Oleh karenanya kita bersyukur dan berterima kasih pada Gunung Kelud yang baik hati ini. he he 🙂

  2. Mampir lagi mas,.. hehehe.. Gimana keadaan Sragen sekarang mas?? Masih nampak sisa2 abu vulkanik.nya apa tidak??

    • wah iya, selamat datang kembali mas Fai 🙂 kondisinya sudah membaik mas, Alhamdulillah badai abu sudah tidak terjadi lagi. Hujan deras kemarin sudah mengubur abu vulkanik yang ada, kalau sisa-sisanya masih ada sih mas, tapi sudah berangsur membaik. 🙂 Bagaimana dengan Cilacap mas?

      • Kemaren – kemaren mau bales komentar malah eror mulu…
        iya mas di tempat saya juga sudah bersih dari abu vulkanik, cz dah sering kena air hujan jadi debunya ilang terbawa air,…

        • alhamdulillah, hujan abu vulkanik gunung kelud sekarang menjadikan tanaman-tanaman lumayan lebih hijau 🙂

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Fenomena Badai Abu Vulkanik | Prapto Sragen
  2. Gunung Slamet & Merapi jadi Trends » Prapto Sragen
  3. Gunung Lawu (masih) Terbakar 2015 » Prapto Sragen

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*