Apa Kabar Buruh Indonesia?

demo di hari buruh itu wajar
Peringatan Hari Buruh dan Demonstrasi sudah Sewajarnya Terjadi

Publik Sosial – Setelah satu bulan vakum dari dunia perbloggingan, akhirnya kembali bisa bernostalgia dengan berbagai macam kegiatan tulis-menulis dunia maya. Oke, hari ini sebagian besar masyarakat Indonesia sedang memperingati hari buruh atau yang lebih dikenal dengan istilah “mayday“. Hari buruh di Indonesia memang identik dengan kegiatan demo oleh sebagian besar pekerja dari berbagai bidang. Tujuannya tidak lain untuk mendapatkan kelayakan kerja dan kadang dituangkan kedalam beragam tuntutan yang dibentangkan dalam spanduk.

demo di hari buruh itu wajar
Peringatan Hari Buruh dan Demonstrasi sudah Sewajarnya Terjadi

Di negara demokratis seperti Indonesia ini, sah-sah saja memang melakukan aksi demontrasi asalkan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku, terlebih jika jalannya demontrasi berlangsung dengan tertib tanpa mengganggu aktivitas publik dan tanpa adanya tindakan anarkis. PS sendiri tetap mendukung perjuangan para buruh untuk menyampaikan aspirasinya dengan cara demikian, selain sebagai manusia yang membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup, PS juga menyadari bahwa masih banyak diluar sana yang belum mendapatkan haknya.

Ada beberapa poin penting yang seharusnya kita sadari, khususnya sebagai buruh yang tentu memiliki atas dan berkuasa untuk memberikan upah kepada kita. Kita juga perlu melakukan introspeksi (sebagai buruh) terhadap kinerja yang sudah kita lakukan, dan juga sumbangsih nyata terhadap tempat kita bekerja. Maksud PS disini adalah kita tidak asal menuntut hak-hak kita sebagai pekerja, tapi melupakan kewajiban kita terhadap pengupah (perusahan) yang telah menggaji kita. Instrospeksi diri memang penting untuk menemukan kekurangan yang kita miliki, untuk membentuk upaya perbaikan diri dan peningkatan kemampuan kerja yang dimiliki.

Tak jarang PS mendengar ungkapan Β dari kawan-kawan pekerja yang mengeluh tentang kehidupannya, terkadang menilai kurang baik terhadap atasan/pengupah, tapi PS mengamati jika cara kerja yang dia berikan terhadap perusahaan juga kurang optimal, bahkan ada juga yang malah seenaknya. Itu realita di lapangan yang mungkin juga pernah kawan-kawan temui atau rasakan sendiri. Jadi wajar saja bila dari pihak perusahaan kurang care terhadap buruhnya, lha wong buruhnya mlethoπŸ™

PS yakin pihak perusahaan tidak akan tinggal diam jika memang pekerjanya bekerja optimal, memiliki etos kerja yang baik serta loyalitas yang tinggi, tentu hak yang diberikan lebih baik daripada yang mletho. Analisa ini bukan asal tanpa alur pendukung, karena dalam hal ini PS menjalin komunikasi dengan kedua belah pihak, baik yang sebagai pekerja atau buruh dan dengan pengupah/pengusaha. Sehingga bisa menarik benang merah diantara keduanya.

Meeting Pengusaha untuk memikirkan Buruh Perusahaan
Ilustrasi: Suasana Meeting Pengusaha untuk memikirkan Buruh Perusahaan

Pernah juga dari pengusaha bertukar pendapat tentang kinerja pekerjanya yang bisa dikatakan kurang memenuhi harapan, ibarat pepatah sudah seperti “hidup segan mati tak mau” tapi si pengusaha tetap berusaha untuk membimbing, menasehati dan mempertahankan si pekerja dengan harapan dapat berubah menuju kearah yang baik.

Dari temuan yang telah diuraikan di atas, tentu kita sebagai buruh juga harus mengerti dan paham akan konsekuensinya untuk mampu secara optimal. Ketika dari sisi tersebut kita sudah terpenuhi, tidak ada salahnya kita menyuarakan aspirasi dan keinginan untuk mendapatkan hak yang lebih baik tanpa merugikan perusahaan. Banyak jalan untuk menjalin komunikasi agar aspirasi dapat didengar, salah satunya ya dengan demo yang tertib dan sopan. Bisa juga dengan lobi atau hearing antara pengusaha dan pekerja/buruh.

Last, semoga saudara-saudara yang sedang menyuarakan aspirasinya bisa mendapatkan haknya dan kehidupannya bisa lebih baik lagi dan tentu diiringi dengan peningkatan kualitas kerja yang lebih baik lagi pula.

Happy May Day for You!

7 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*