Ceritanya Get Married Galau

Cie...cie... yang Beneran Get Married nih yeee....
Cie...cie... yang Beneran Get Married nih yeee....

Get Married – Sore itu ceritanya ada agenda get married ke daerah pabrik gula di kabupaten Karanganyar. Ya kalau orang Jawa biasa menyebutnya dengan istilah ‘tembung tua’ yang dimana dua keluarga berkumpul di satu tempat untuk membahas tindak lanjut hubungan anak mereka ke tahap yang lebih serius. Atau dalam bahasa simple-nya itu get married atau menikah gitu lho. (Jadi inget video cameo campaig he . . . He . . . he . . . simple…. he . . . he . . . he . . . simple….)

Saat waktunya sudah tiba, si keluarga cowoknya pun langsung berangkat menuju ke rumah si keluarga cewek yang jaraknya lumayan lah, lintas kabupaten gitu. Setibanya di TKP pun langsung disambut ramah oleh pihak keluarga cewek dan dipersilakan menempati ruang tamu yang telah dipersiapkan.

Setelah ‘metu wedang’ langsung si pak Bayan membuka pembicaraan dan menanyakan perihal kedatangan keluarga cowok, ya semacam basa-basi yang ada di film-film gitu. Apalagi kalau kamu sudah pernah nonton ketoprak, ya mirip-mirip gitu percakapan dan suasananya. Jadi sakral, ada nuasa magis berbalut keceriaan serta rasa kekeluargaan yang kental. Kalau semua diceritakan di sini ya kagak muat deh satu halaman, malah bisa jadi tulisan bersambung lagi he…he…he…

Jadi intinya si keluarga cowok bermaksud untuk meminta persetujuan perihal perjodohan sepasang sejoli yang sudah dirundung asmara. Akhirnya kedua orang tua pun setuju perihal keseriusan sejoli tersebut untuk memulai hidup yang baru.

Cie...cie... yang Beneran Get Married nih yeee....
Cie…cie… yang Beneran Get Married nih yeee….

Prosesi get married pun terus berlanjut dengan obrolan-obrolan hangat hingga tak terasa waktu pun mulai larut. Pihak keluarga cowok pun mohon pamit untuk kembali ke markas rumah kepada pihak cewek. Ya pakai cara Jawa gitu lah, jadi pakai percakapan seperti di ketoprak-ketoprak gitu lah. Jadi kalau kamu sudah pernah lihat ketoprak atau seni drama dan tari Jawa, ya pokoknya mirip gitu lah.

Ehhh, ada yang kelewat cerita di awal tadi. Jadi ceritanya itu setelah sampai di rumah, si cewek ini cerita kepada cowoknya via sms kalau habis di nasehati sama simbahnya, gegaranya karena pas berkunjung tadi itu keluarga cowok bawa oleh-oleh. Mungkin sungkan atau bagaimana, tapi semua itu hanyalah sebuah miss communication saja perihal adat budaya suatu daerah terkait get married ini tadi.

Kalau di kabupatennya si cewek ini umumnya memang keluarga cowok direkomendasikan membawa semacam oleh-oleh atau buah tangan untuk keluarga cewek. Tetapi berbeda dengan kabupaten si cowok yang memiliki adat budaya tanpa membawa buah tangan saat prosesi awal get married seperti ini.

Nah mungkin anggapan kedua keluarga justru tertukar, dimana keluarga cewek mengikuti adat budaya dari kabupaten si cowoknya. Begitu juga sebaliknya, jadi ya begitulah . . . . he he he

Eheeemmmmm.....iya...iya...udah cocok kok, jangan lama-lama mejengnya
Eheeemmmmm…..iya…iya…udah cocok kok, jangan lama-lama mejengnya

Oke deh sekian dulu ya, yang penting acara berjalan lancar dan berhasil itu sudah cukup membuat kedua keluarga bahagia. See you next time! Resolusi 2014

4 Komentar

    • he em sih, mas Mora jarang blogwalking jadi aku get married aja deh he he
      Alhamdulillah, terima kasih ucapannya ya mas

  1. Selamat yo mas, duh gak kabar – kabar nikahannya..

    Semoga bisa menjadi keluarga sakinah, diberikan kesahatan selalu, kebaikan serta rizki yang berlimpah..

    • amin, alhamdulillah mas, terima kasih atas doanya. oh ya sekalian mengundang mas Faiz tanggal 18 April 2015 untuk meluncur ke rumah di acara resepsi pernikahan kalau berkenan 🙂

      nah, sudah tak kabari kan sekarang 😀

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*