Pembangunan Tol Solo Mantingan Berlanjut

Pembangunan – Pembangunan tol Solo Mantingan yang menghubungkan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur ini, proses pelaksanaan di lapangan sudah tampak dan sepertinya berjalan sesuai perencanaan pihak kontraktor. Setelah beberapa waktu lalu mendapatkan kabar jika akhir tahun 2014 ini untuk jalan tol ruas Solo Sragen ditargetkan dapat dilalui, serta melihat kondisi progres pembangunan jalan tol dilapangan yang terus bergeliat, bisa disimpulkan bahwa mega proyek jalan tol terpanjang di pulau Jawa ini akan rampung tepat waktu.

Lokasi Interchange desa Jetak Masaran Sragen

Lokasi Interchange desa Jetak Masaran Sragen – foto: solopos

Dalam pelaksanaan pembangunan memang bukan tanpa kendala mengingat lokasi proyek yang di beberapa titik dekat dengan pemukiman penduduk, terkadang memunculkan permasalahan bagi penduduk setempat. Sebagai contoh yaitu proses pembebasan lahan yang terkadang tidak menemui kesepakatan harga jual untung tanah yang hendak digunakan untuk proyek tol, atau kehadiran spekulan tanah yang memainkan harga jual tanah di jalur proyek itu sendiri. Namun, satu demi satu masalah dapat diatasi sehingga aktifitas pembangunan tol Solo Mantingan dapat terus berjalan.

Beberapa bulan kemarin juga sempat muncul problem bagi penduduk yang tinggal disekitar lokasi proyek tol sehingga sempat terjadi demonstrasi. Permasalahan yang dipicu karena banyaknya debu yang beterbangan dari lokasi proyek tol yang dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan penduduk sekitar, tapi saat ini sudah tidak terdengar kabar lagi tentang hal tersebut. Terlebih, jalan yang diduga menjadi pemicu protes warga tersebut untuk sekarang sudah dilakukan pengaspalan hotmit (aspal goreng) yang mungkin bertujuan untuk mengurangi efek debu yang beterbangan.

Pihak pelaksana pembangunan jalan tol Solo Mantingan tampaknya juga berupaya untuk mengurangi efek tersebut dengan menerjunkan mobil tangki penyiram air agar debu tidak beterbangan di sepanjang jalur yang dilalui oleh truk-truk pengangkut tanah proyek tol. Dapat dijumpai di jalan Pasar Masaran ke utara hingga jembatan desa Sari yang merupakan jalur truk angkutan material proyek jalan tol. Namun, kondisi jalan yang berlubang, bergelombang dan semakin berdebu akibat seringnya dilalui kendaraan, membuat upaya ini tampak kurang optimal. Terlebih lagi di area pasar Masaran yang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, terlihat debu di beberapa sudut yang bisa dipastikan berasal dari jalan utama area pasar yang dilalui kendaraan dan juga truk. Saat melintas dijalur ini pada siang hari, kamu akan merasakan sendiri seperti apa kondisinya.

Mungkin pada jalan ini juga dapat dilakukan pengaspalan hotmit (aspal goreng) seperti yang dilakukan pada titik lain lokasi proyek, sehingga debu yang beterbangan dapat lebih diminimalisir lagi dan pedagang sayur dan buah serta makanan di area Pasar Masaran dapat berusaha dengan nyaman.

Penampakan Jalan Tol Solo Mantingan yang sudah dilakukan pengerasan beton

Penampakan Jalan Tol Solo Mantingan yang sudah dilakukan pengerasan beton. foto: skyscrapercity

Sebagai profesional tentu pihak kontraktor siap melakukan hal tersebut atau paling tidak mengupayakan kepada pemerintah setempat agar melakukan tindakan dalam upaya memberikan kenyamanan masyarakat saat beraktifitas serta tidak mengganggu jalannya proses pembangunan tol Solo Mantingan ini.

Just my opinion for better life in our area.

2 thoughts on “Pembangunan Tol Solo Mantingan Berlanjut

  1. bpamungkas
    13/10/2014 at 18:08

    manstap pak laporannya, jadi kangen ke project sana, sempet beberapa bulan di sana sampai di pindah lagi

    1. Prapto Sragen
      08/05/2015 at 23:46

      lho kenapa dipindahkan pak? kan project masih belum selesai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *