Resolusi Tahun Baru 2014

Target Pencapaian Tahun Baru 2014
Resolusi = Target Pencapaian Tahun Baru 2014 | IMG http://goo.gl/jGSS2y

Tak teras waktu berlalu dengan cepat, kemarin kita baru saja menutup angka tahun 2013 dan sekaligus membuka lembaran baru di angka tahun 2014. Sebagai adopsi dari budaya barat yang begitu kental mempengaruhi budaya timur, khususnya dalam menyambut tahun baru, membuat resolusi tahun baru memang menjadi kebiasaan bagi sebagian banyak orang. Tapi sebelum lebih jauh Prapto Sragen menuliskan tentang resolusi di tahun 2014 ini, mari kita telisik bersama tentang apa, siapa, bagaimana dan mengapa resolusi!

Sejarah Resolusi Tahun Baru – Pada jaman dahulu kala penduduk Babilonia kuno berjanji kepada dewa-dewa mereka setiap awal tahun, mereka akan mengembalikan semua benda-benda yang telah mereka pinjam dan membayar hutang mereka. Sementara itu, bangsa Romawi memulai awal tahun dengan berjanji kepada dewa Janus, yang namanya diabadikan jadi nama bulan Januari. Di Abad Pertengahan, para kesatria mengucapkan “sumpah merak” pada akhir musim Natal (hari raya umat kristian) setiap tahunnya untuk menegaskan kembali komitmen mereka sebagai kesatria. Sehingga dapat di definisikan bahwa Resolusi Tahun Baru adalah tradisi sekuler yang secara umum diterapkan di dunia barat, tapi dapat juga ditemukan di seluruh dunia. Jika menurut tradisi ini, seseorang akan berjanji untuk melakukan tindakan perbaikan diri yang akan dimulai pada Hari Tahun Baru. *

Pencapaian Resolusi Tahun Baru – Richard Wiseman (Universitas Bristol) melakukan studi di tahun 2007 yang melibatkan 3.000 responden telah berhasil menunjukkan bahwa 88% dari mereka yang memiliki resolusi tahun baru gagal mewujudkannya. Meskipun demikian, 52% responden yakin pada awalnya jika mereka dapat berhasil mewujudkannya. 22% responden pria berhasil mewujudkan resolusi saat mereka menetapkan target spesifik atau detail, misalnya bertekad ‘menurunkan berat badan satu pon dalam seminggu‘ dan bukannya hanya ‘menurunkan berat badan‘ saja. Sedangkan 10% responden wanita berhasil mewujudkan resolusi mereka jika mendapat dukungan dari orang-orang terdekat. “Resolusi adalah sebuah pencapaian, bukan sebuah pengucapan!!!” Sehingga dapat dipahami bahwa resolusi tahun baru adalah sebuah pencapaian yang harus di raih pada sepanjang tahun baru tersebut dan bukan sekedar diucapkan belaka tanpa ada upaya. **

Pengertian Lain tentang Resolusi – Di dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa resolusi memiliki arti putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang). Resolusi juga di artikan sebagai pernyataan tertulis, biasanya berupa tuntutan tentang suatu hal. Sementara newoes.com mengungkapkan bahwa resolusi merupakan suatu tujuan yang ditetapkan untuk kedepannya agar bisa tercapai dalam kurun waktu yang ditentukan.*** Contohnya resolusi tahun baru ini, saya ingin bisa belajar Matematika dan mendapat nilai terbaik dalam hasil ujian semester nanti. Maka yang harus saya lakukan di tahun baru ini, yaitu belajar dengan tekun dan fokus di mata pelajaran Matematika. Jadi ada usaha untuk meraih resolusi yang telah ditetapkan (ingin dicapai) dalam kurun waktu yang telah ditentukan (ujian semester). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa resolusi tahun baru adalah target pencapaian yang hendak di raih dalam satu tahun kedepan dengan menuliskan hal-hal yang menjadi target sedetail dan sejelas mungkin dan membagi/mengumumkan target pencapaian tersebut kepada orang lain. Dalam dunia bisnis atau usaha, khususnya ditanamkkan tentang ‘meraih impian‘ atau ‘afirmasi‘ yang intinya hampir sama dengan makna resolusi. Hanya saja resolusi tahun baru memiliki jangka waktu untuk satu tahun kedepan, sedangkan afirmasi sifatnya lintas waktu.

Resolusi Tahun Baru 2014 Prapto Sragen

Target Pencapaian Tahun Baru 2014
Resolusi = Target Pencapaian Tahun Baru 2014 | IMG http://goo.gl/jGSS2y

Setelah memahami tentang resolusi tahun baru di atas, tentu kita sudah memiliki persamaan persepsi. Selanjutnya, izinkan Prapto Sragen membagi target pencapaian di tahun 2014 ini, dengan tekat kuat dan teriring doa maka berikut adalah target pencapaian yang harus diraih sepanjang tahun 2014 :

  • Lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjaga sholat 5 waktu, berbuat baik sebanyak mungkin dan mengurangi maksiat.
  • Lebih dekat dengan keluarga dengan menjaga komunikasi dengan ibu, ayah, adik dan saudara.
  • Menyelesaikan studi dan meraih gelar sarjana, dengan sesegera mungkin merampungkan tugas akhir skripsi (batas akhir Mei 2014) sehingga dapat wisuda dan memperoleh gelar sarjana.
  • Non aktif dari aktivitas organisasi, mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
  • satu hari satu posting <- I can do! Must do!
  • Mempertahankan hubungan yang telah terjalin dengan doi untuk lebih dewasa dan melangkah menuju ketenangan batin dalam mengarungi bahtera asmara, berusaha jujur dan percaya serta lebih bijaksana dan sabar.
  • Liburan ke Bali.

Tidak muluk-muluk dan cukup menggelitik memang pada beberapa poin, tapi tolong ingatkan jika lupa, nasehati jika salah, tegur jika melenceng, dan dukung jika kamu juga memiliki target pencapaian sebagai resolusi tahun baru 2014. I will figth for that from now!

2 Komentar

  1. resolusi semangat menuju yg lebih baik dari kemarin.

    kemarin adalah sejarah
    hari ini adalah langkah
    esok adalah masa depan

1 Trackback / Pingback

  1. Sepertiga Penghabisan Telah Terlewati - Prapto Sragen

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*