Supranatural: Bayang-Bayang Hariku

Entah apa yang sedang aku alami sekarang ini. Akhir-akhir ini hariku penuh dengan kekuatan supranatural yang selalu mendampingi setapak waktu. Sebuah peringatan dari Allah SWT mungkin atas kelalaianku dalam mengingat, bersimpuh dan bersujud padanya. Tak seperti biasanya, aku yang selalu enjoy dalam segala hal dan kegiatan. Tapi beberapa waktu belakangan aku merasa selalu didampingi sesuatu yang mungkin melindungiku dari bahaya. Beberapa kejadian aneh dan sulit diterima nalar terkadang ku alami saat aku terlibat sesuatu yang rumit, tiba-tiba saja seperti ada yang membimbingku kejalan yang lurus untuk menghidari bahaya tersebut.

Aku pun tak tahu kapan pastinya hal seperti ini aku rasakan, semenjak aku masuk kuliah pertama kali, aku mulai menyadarinya dan terus berusaha memahami hal ini. “Ya Allah, Sang Pemilik Kekuasaan Tertinggi di Langit dan di Bumi ini, Lindungilah Hamba-Mu ini dari kelalaian untuk senantiasa mengingat dan berdzikir serta bersujud kepada-Mu. Jauhkanlah aku dari segala godaan dan juga bayang-bayang rasa takut selain kepada-Mu, Ya Allah”, doa itu selalu ku panjatkan agar aku merasa tenang dari bayang-bayang tak jelas ini. Aku sangat takut jika sampai berlaku syirik.

Bayang-Bayang Kegelapan

Ilustrasi: Ketakutan dalam Bayang-Bayang Kegelapan | http://goo.gl/3jmBBN

Aura perbedaan ini bermula ketika aku pulang dari kampus. Seperti biasanya, aku pulang agak larut (sekitar pukul 22.00 WIB) dari kampus. Tak ada tanda-tanda atau hal aneh yang aku alami selama perjalanan, hanya keramaian lalu lintas dari kota Solo hingga tempat tinggalku di Sragen. Pada malam sebelumnya, aku ngabuburit dengan teman-teman GOKILL Crew dan pasangan masing-masing. Saat pulang pun aku juga tidak merasakan keanehan, hanya berdua dengan pasangan sepanjang perjalanan seperti halnya seorang kakak memboncengkan adiknya. Sambil mengingat dan berpikir tentang apa yang ku alami, aku terus saja flash back memori kegiatanku ke belakang. Aku pun tak bisa menemukan petunjuk sedikitpun.

Saat malam pertama aku merasakan ini semua, aku mengalami mimpi yang aneh. Semua kegiatanku menjadi satu, dan aku memegang kendali penuh disana, apa yang aku inginkan selalu terjadi dan tak bisa dielakkan, termasuk hal-hal buruk. Semenjak itu, aku terbangun antara pukul 01.00 WIB malam dan mencoba untuk tidur lagi. Mataku pun terpejam dan ada mimpi aneh lain yang sulit aku pahami, yang dapat aku tangkap dari mimpi itu hanyalah kata “Next”. Dengan berat aku berusaha bangun dari mimpi itu dan aku pun dapat terbangun dengan terengah-engah tepat pukul 03.32 WIB.

Tak berhenti disitu, aku pun mengalami hal aneh saat bangun. Biasanya jam 02.30 WIB, Ibu ku sudah bangun untuk mempersiapkan sahur karena bertepatan dengan bulan Romadhon 1430 H. Tapi kali ini, semua anggota keluarga belum ada yang bangun kecuali aku. Perasaan merinding mulai menghinggapiku, aku pun berusaha merenungi kejadian itu sejenak dan setelahnya aku beranjak untuk membangunkan sahur.

Setelah sahur selesai, aku pun tak tidur lagi melainkan melanjutkan menulis buku meski terkadang bayangan itu masih menghampiriku, aku berusaha mengabaikannya. Pagi menjelang, semua justru terlihat biasa dan membahagiakan dan menyenangkan. Dari pagi hingga sore, aku tidak mengalami hal yang aneh. Namun, saat malam mulai menjelang, bayangan, aura dan rasa yang tak menentu tersebut menghadiri ku dikegelapan dan kesunyian malam. Suara alam dimalam hari yang berbeda dari biasanya semakin membuat segala sesuatunya menjadi tak jelas dan hanya rasa takut yang menyelubungi setiap sisiku. Memang aku terbiasa tidak tidur dimalam hari, hal tersebut bertujuan agar aku dapat menulis dengan tenang dan penuh inspirasi di tengah keheningan malam. Tapi yang aku rasakan kali ini beda!

Malam kedua pun masih aku alami hal seperti itu, bahkan untuk beranjak ke kamar mandi pun aku merasa takut. Setiap aku berusaha menulis buku atau pun menambah tulisan website ini, hal tersebut selalu memotong dan memaksaku untuk segera memejamkan mata. Aku pun merasa kecewa karena tidak dapat melanjutkan dan memenuhi target penulisanku. Saat aku menulis kisah ini, aku masih merasakan hal tersebut ditiap malam menjelang. Aku berharap dan berdoa, mudah-mudahan semua ini bisa segera pergi dariku dan aku bisa menjalankan hari-hariku seperti biasa.

Tidak ada yang berkuasa melebihi kekuasaan Allah SWT, dan hanya Allah lah tempat terbaik untuk berlindung bagi hamba-Nya. Allah Maha Besar, Pengasih lagi Penyayang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *