Keselamatan Anak dan Remaja Di Ranah Maya

menjaga keselamatan anak dan remaja di ranah maya
Pentingnya menjaga keselamatan anak dan remaja di ranah maya | img: mwildanie27.blogspot.com

Menjaga keselamatan anak dan remaja di ranah maya bukan sesuatu yang sulit sebenarnya, selama kita sebagai praktisi dunia maya memiliki kesadaran dan kepedulian akan hal tersebut. Tapi karena bukan sesuatu yang sulit, justru hal tersebut sering terabaikan sehingga keselamatan anak dan remaja saat berselancar mencari informasi di ranah maya menjadi rentan terhadap tindak kejahatan atau pun penyimpangan. Coba kamu bayangkan seandainya menjadi orang tua yang kurang mengerti tentang perkembangan teknologi informasi ranah maya, sementara anak-anak dengan bebasnya menelusuri konten-konten dewasa atau sesuatu yang tidak pantas untuk dikonsumsi anak-anak dan remaja, dengan dalih bahwa mereka sedang mencari tugas atau sejenisnya. Namun karena keterbatasan pengetahuan orang tua terhadap perkembangan ranah maya, sehingga kamu cuek akan hal tersebut.

Satu, dua, tiga kali mungkin masih dapat diluruskan tapi setelah anak hilang gara-gara diajak kenalan dengan orang dari dunia maya, terus diajak ketemuan dan tidak ada kabar keberadaannya, akankah sang anak yang disalahkan? Sikap cuek yang diberikan orang tua ternyata berdampak pada keselamatan anak dan remaja yang dicintai. Bukankah ungkapan sedia payung sebelum hujan lebih baik dari nasi yang sudah menjadi bubur ? Artinya menjaga keselamatan anak dan remaja di ranah maya lebih penting daripada anak hilang baru dicari.

menjaga keselamatan anak dan remaja di ranah maya
Pentingnya menjaga keselamatan anak dan remaja di ranah maya | img: mwildanie27.blogspot.com

Agar kita lebih menyadari akan bahaya ranah maya yang dapat mengancam keselamatan anak dan remaja, berikut beberapa bahaya internet yang ditulis pada laman parenting.co.id :

  • Tidak ada sensor di dunia maya. Bisa saja si kecil tiba-tiba meng-klik website yang belum boleh dilihatnya.
  • Pelecehan atau penganiayaan maya, yang dikirimkan oleh orang tak bertanggungjawab yang menggunakan sarana e-mail/chatting.
  • Perkenalan dengan orang yang bisa membahayakan anak. Dari e-mail/ chatting, sering sekali pedofil (orang dewasa yang tertarik secara seksual kepada anak) berkenalan dengan anak dan kemudian mengajaknya bertemu.
  • Virus dan hackers. Anak bisa men-download file yang mengandung virus yang bisa merusak sistem komputer atau malah meningkatkan risiko hacker mengaduk-aduk privacy keluarga dalam komputer Anda.
  • Risiko legal dan finansial. Karena begitu ingin membeli game terbaru (yang mungkin dilarang di sekolah), anak mungkin saja memasukkan nomor kartu kredit Anda, dan terbukalah kesempatan orang lain menguras uang Anda.

Betapa mengerikannya jika kita terus membiarkan dan tidak menjaga keselamatan anak dan remaja di ranah maya ini. Ikhlaskah kita harus kehilangan buah hati yang kita cintai akibat keteledoran, sikap acuh atau kurangnya pengetahuan kita terhadap perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat.

Tidak Hanya Orang Tua yang Menjaga Keselamatan Anak dan Remaja

Sebenarnya tidak melulu tanggung jawab menjaga keselamat anak dan remaja di ranah maya menjadi tanggung jawab orang tua, guru dari anak-anak dan remaja juga diharapkan untuk senantiasa memberikan pesan agar anak dan remaja yang menjadi peserta didiknya untuk selektif serta mengarahkan saat menggunakan internet di sekolah. Tapi guru juga memiliki keterbatasan yaitu hanya mampu mengawasi saat-saat jam sekolah saja, sehingga selepas itu menjadi tanggung jawab siapa?

Jika di rumah, orang tua memiliki peran utama dalam melakukan kontrol, sedangkan jika di sekolah maka guru yang mengambil alih fungsi kontrol orang tua tersebut. Tapi terkadang anak  dan remaja juga melakukan sosialisasi selain di rumah dan sekolah, yaitu di lingkungan masyarakat (bermain dan berkumpul bersama teman-temannya).

Peran praktisi internet seperti halnya seorang blogger sebagai kontributor serta penyumbang informasi di ranah maya, diharapkan juga mampu selektif dalam menuliskan konten dan lebih berhati-hati dalam pemasangan media gambar pendukung konten dan juga iklan yang tampil pada laman situsnya. Memang tidak aturan yang melarang untuk menyampaikan informasi, tapi bukankan lebih baik sedia payung sebelum hujan?

Masyarakat juga diharapkan tidak buta dengan perkembangan teknologi informasi sehingga saat menemui anak dan remaja yang mengakses ranah maya pada laman-laman yang seharusnya tidak mereka akses, mampu melakukan tindakan pencegahan berupa peringatan atau bahkan larangan. Semua itu dilakukan semata untuk menjaga keselamatan anak dan remaja di ranah maya agar tidak memberikan dampak/bahaya bagi anak dan remaja itu sendiri.

Well, mungkin tulisan ini yang dapat mewakili keprihatinan PS dalam menyikapi pesatnya perkembangan teknologi informasi yang semakin bebas tak terkontrol serta mudahnya anak dan remaja kita dalam mengakses informasi yang bebas tersebut. Semua tetap kembali kepada individu masing-masing, apakah Anda mau peduli dan berperan untuk menjaga keselamatan anak dan remaja di ranah maya atau menunggu anak dan remaja Anda yang menjadi korban?

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Bersekolah harus di Madrasah ? » Prapto Sragen
  2. Setidaknya Pernah Merasakan Domain .ID » Prapto Sragen

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*