Antrian Lori di PG. Tasikmadoe/Sondokoro

Sering juga dijumpai di jalan, banyak sopir truk bermuatan tebu yang menjulang melebihi bak truk namun masih sesuai dengan kemampuan dan daya angkut truk tersebut, melajukan truknya dengan cukup cepat, itu semua merekan lakukan mungkin agar mendapatkan antrian awal sehingga waktu menunggunya tidak terlalu lama.

Bayangkan jika satu buah truk harus menunggu selama satu malam setengah hari untuk bisa melakukan bongkar muatan tebu, dan ada banyak truk yang mengantri dan harus kembali lagi ke lokasi rembang untuk loading, berapa lama waktu yang diperlukan untuk melakukan rembang sepuluh hektar lahan tebu? (mboh bro, etung sendiri aja yaaa….ane udah susah ngebayangin suasana truk yang menumpuk di sana)

Kereta Uap menarik Lori-lori bermuatkan Tebu

Uniknya lagi ternyata nih ya, di sisi Timur pabrik gula Sondokoro ini terdapat semacam terminal bongkar muat untuk tebu hasil rembang. Ada beberapa jalur kereta yang bukan seperti rel kereta api pada umumnya, karena ukuran rel yang lebih kecil. Tampak pula beberapa buah truk bermuatan tebu yang sepertinya sudah bersiap melakukan bongkar muatan dengan bantuan katrol khusus.

Perwujudan Kereta Pengangkut Tebu atau Lori
Perwujudan Kereta Pengangkut Tebu atau Lori | foto: internet

Disisi yang lainnya tampak kereta-kereta kecil atau yang biasa disebut dengan LORI (leri), bersiap menampung hasil muatan rembang dari truk-truk tersebut. Agak maju kedepan lagi, tampak ratusan gerbong lori yang sudah bermuatan tebu berbaris dengan rapi seperti hendak di bawa masuk ke dalam pabrik untuk di olah.

Lokasi tempat lori-lori ini berada memang jarang diketahui umum karena tidak berada di tepi jalan umum yang biasa dilalui masyarakat, melainkan di sebuah jalan sepi perkampungan yang melingkar dari sisi Selatan pabrik menuju ke sisi Timur pabrik dan tembus ke jalan raya yang berada di sis Utara PG. Tasikmadoe

Atrian Lori pengangkut tebu pabrik Sondokoro
Atrian Lori pengangkut tebu pabrik Sondokoro

Penasaran mau melihat sendiri? Yuk berlibur ke pabrik gula Sondokoro di Karanganyar.

You May Also Like

About the Author: OmPrap

Aku adalah aku, bukan di atau mereka! Ketika aku telah berubah menjadi kita, itulah tanda Cinta mulai hadir diantara kita | Web Programer| #Sragen Boy | CEO & Founder @ArytaNet | #Vixion Rider | S1 PGSD UMS | Pendidik di Sragen, Indonesia |Freelance on IT Departement | Jalani waktu hidup yang tersisa dengan penuh rasa syukur | Belajar Ikhlas

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.