Perjalanan Udara Solo – Jakarta – Medan

Perjalanan Udara Solo – Jakarta – Medan Halo brother and sister, lanjut lagi kebagian ketiga dari Trip ke Ujung Sumatera yuk…. Setelah boarding di bandara Adi Sumarmo Solo, dan pesawat mulai push back menuju runway, saat itulah jantung mulai berdegub agak kencang. Ya maklum lah sob, OmPrap ini kan ‘wong ndeso‘ yang belum pernah naik pesawat terbang sebelumnya he he he Grogi grogi dikit kan wajar wkwkwkkkk…

Perjalanan Udara Solo - Jakarta - Medan Trip ke Ujung Sumatera
Perjalanan Udara Solo – Jakarta – Medan Trip ke Ujung Sumatera

Saat pesawat di dorong agar bisa memposisikan diri di landasan pacu, pramugari yang cantik-cantik pun mulai bersiap diri untuk memperagakan informasi keselamatan penerbangan jika terjadi sesuatu dalam pesawat saat terbang. Mulai dari informasi pintu keluar darurat beserta cara bergerak saat menuju pintu darurat, pengenalan fitur dalam pesawat jika tekanan oksigen di dalam kabin menurun maka masker oksigen akan keluar otomatis, hingga peragaan penggunaan jaket pelampung jika terjadi pendaratan darurat di air. Dengan penuh perhatian, setiap instruksi yang diperagakan pramugari coba OmPrap pahami. Tanpa terasa pesawat sudah sampai di ujung landasan pacu untuk bersiap take off.

Perjalanan Udara Solo - Jakarta - Medan
Push Back Pesawat | Perjalanan Udara Solo – Jakarta – Medan

Peragaan informasi pun selesai dan terdengar suara bahwa pesawat bersiap untuk lepas landas dalam bahasa Inggris (sepertinya suara pilot), dan awak kabin diminta untuk bersiap di tempat duduk. Sabuk pengaman pun sedikit agak dikencangkan sembari komat-kamit baca doa, pesawat mulai bergerak maju. Semakin cepat dan suara gemuruh bercampur deru mesin semakin terasa, getaran di tempat duduk pun terasa hingga tiba-tiba semua itu hilang berganti dengan suara deru mesin saja.

OmPrap coba menoleh dan melihat keluar jendela dan ternyata pesawat sudah melayang di udara meninggalkan kota Solo. Di dalam sangat terasa pesawat naik dengan cepat pada ketinggian tertentu hingga tiba-tiba saja mulai terasa miring tajam. Dalam hati hanya mampu berucap “Ya Allah, aku hanya menjalankan rencana Mu yang luar biasa untuk dapat mengikuti test CPNS di Aceh

Why, Kenapa om? Perjalanan Udara Pertamamu kenapa?

Tak begitu lama, pesawat sudah mulai mendatar kembali dan terbesit pikiran bahwa miring tadi pesawat sedang berbelok mengikuti jalur penerbangannya. Di sepanjang penerbangan pertama ini OmPrap lebih banyak diam tanpa berusaha berkomunikasi dengan penumpang di bangku sebelah. Lebih banyak melirik ke luar jendela menyaksikan hamparan putih awan seperti kapas terbang. Tahu arum manis yang biasa ada di pasar malam? Ya kurang lebih seperti itulah kurang lebih bentuknya jika dilihat, tapi dalam jumlah yang banyak.

Tak terasa terdengar suara pemberitahuan bahwa pesawat akan segera mendarat, para penumpang diminta untuk kembali ke tempat duduk, mengenakan sabuk pengaman, menegakkan sandaran kursi dan menutup/melipat meja yang ada di depannya. Suasana tegang pun kembali hadir dalam hati dan pikiran, sambil komat-kamit membaca doa. Perlahan pesawat mulai turun dan semua berlalu begitu cepat, bentuk daratan, atap-atap bangunan mulai terlihat dan tiba-tiba ‘gruk‘ terasa hentakan di bangku tempat duduk, dan getaran terasa begitu keras namun berangsur berkurang.

Alhamdulillah, safe flight untuk terbang pertama kali ini. Pesawat bergerak menuju area parkirnya dan saat itu rasanya seperti naik bis. Tak lama kemudian berhenti dan beberapa penumpang mulai berdiri mengambil barang bawaan yang berada di atas tempat duduk penumpang. Kru kabin pun bersiap di depan pintu yang mulai dibuka, perlahan penumpang bergerak untuk keluar dari pesawat. Setelah agak longgar, OmPrap pun berdiri dan mulai melangkah berjalan menuju pintu, lalu keluar dari pesawat.

Perjalanan Udara Solo - Jakarta - Medan Trip ke Ujung Sumatera
Perjalanan Udara Solo – Jakarta – Medan Trip ke Ujung Sumatera

Berdasarkan tiket pesawat yang ada, harus ganti pesawat untuk melanjutkan penerbangan berikutnya keluar dari terminal 1A menuju terminal 1B bandara Halim Perdanakusuma dengan berjalan kaki. Lumayan juga rasanya jalan kaki dengan membawa barang bawaan. Saat transit ini memang menunggu beberapa jam untuk bisa masuk ke pesawat berikutnya. Rasa kantuk mulai datang di ruang tunggu 1B yang penuh hingga ada penumpang yang duduk dilantai, overload lah istilahnya.

Mendekati waktu pemberangkatan yang tertera di tiket, tiba-tiba ada pengumuman bahwa pesawat yang akan ditumpangi mengalami delay dengan alasan karena banyaknya pesawat. Alasan yang membuat OmPrap tersenyum dan sedikit mengobati rasa kantuk saat itu, secara gitu lho… namanya juga bandara ibukota negara ya sudah semestinya banyak pesawat he he he

Saat terbesit pikiran untuk cuci muka dan melangkah kan kaki menuju toilet yang ada di lantai bawah ruang tunggu, tiba-tiba ada pengumuman untuk naik pesawat. Yo uwes lah puter balik dan langsung menuju gate sesuai pengumuman. Tak kira sih langsung naik pesawat, rupanya turun dulu lalu naik bus menuju pesawat yang hendak dinaiki.

Perjalanan Udara Solo - Jakarta - Medan Trip ke Ujung Sumatera
Perjalanan Udara Solo – Jakarta – Medan Trip ke Ujung Sumatera

Singkatnya sudah di dalam pesawat dan mulai take off menuju bandara Kuala Namu Medan. Rasanya sih kurang lebih sama seperti perjalanan udara dari Solo menuju Jakarta, hanya waktu tempuhnya yang sedikit lebih lama. Alhamdulillah safe flight juga dan berhasil landing di Medan, Sumatera Utara setelah sempat berputar sekali sebelum akhirnya mendarat. Perjalanan udara pertama yang tak terlupakan bersama maskapai Lion Air dari Solo ke Medan, dari pulau Jawa ke pulau Sumatera.

Sampai di Medan sudah ada orang travel yang menjemput di bandara, karena rencana awalnya memang dari Medan langsung perjalanan darat menuju Kutacane, Aceh Tenggara. Tapi karena trip darat start jam sembilan malam, jadi OmPrap di drop dulu di agen Citra Travel Medan. Tapi ada yang unik saat menjelang Maghrib di agen travel ini, simak kisahnya di episode selanjutnya ya….

Ehh… Om, bentar om, itu kenapa pesawat harus di push back?

owh itu sih kalau menurut kami karena pesawat tidak tersedia fitur atret alias mundur. Jadi pesawat harus di dorong mundur dulu agar bisa bergerak maju menuju landasan pacu. Sistem mesin pesawat kan cuma mendorong ke depan, nggak ada mendorong ke belakang sob…

Udah dulu ya, lanjut besok lagi di part empat ya…. Untuk perjalanan udara cukup sampai disini dulu, besok lanjut perjalanan darat. Okeeee….

You May Also Like

About the Author: OmPrap

Aku adalah aku, bukan di atau mereka! Ketika aku telah berubah menjadi kita, itulah tanda Cinta mulai hadir diantara kita | Web Programer| #Sragen Boy | CEO & Founder @ArytaNet | #Vixion Rider | S1 PGSD UMS | Pendidik di Sragen, Indonesia |Freelance on IT Departement | Jalani waktu hidup yang tersisa dengan penuh rasa syukur | Belajar Ikhlas

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.