Rahasia Terbesar Agro Wisata Sondokoro

Lokomotif PG. Tasikmadu wahana wisata andalan Sondokoro
Lokomotif PG. Tasikmadu wahana wisata andalan Agro Wisata Sondokoro

Wisata Karanganyar – Saat lebaran seperti ini memang menjadi momen yang tepat untuk berlibur bersama keluarga, karena mayoritas anggota keluarga berkumpul setelah melaksanakan rutinitas mudik dari daerah rantau. Salah satu lokasi tujuan wisata di kabupaten Karanganyar yang cocok untuk tempat berkumpul dan berlibur adalah Agro Wisata Sondokoro yang terletak di dalam komplek pabrik gula (PG) Tasikmadoe. Agro wisata Sondokoro ini memiliki sejarah yang cukup panjang sebenarnya, namun sekelumit coba PS rangkumkan sebelum lebih jauh kita telisik rahasia-rahasia besar yang tersembunyi di sana.




Sejarah Singkat Sondokoro

Sondokoro sendiri adalah nama desa pada masa lampau yang dikisahkan berasal dari nama dua orang Kyai yang bertarung 40 hari 40 malam tanpa henti, yaitu Kyai Sondo dan Kyai Koro. Alasan yang memaksa dua kyai bersaudara ini bertarung tidak lain karena memperebutkan menantu bagi anak gadis mereka, dan jejaka yang jadi rebutan itu bernama Tumenggung Joyo Lelono.

Dalam pertarungan panjang yang tiada akhir itu, kedua pendekar sama – sama kuat sehingga tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Dikatakan pertarungan tiada akhir karena keduanya gugur, usut punya usut memang kedua kyai itu merupakan pendekar dari satu perguruan yang sama. Atas dasar pertarungan tersebutlah masyarakat menyebut desanya menjadi Sondokoro, yang sekarang namanya pun diabadikan sebagai nama obyek wisata Karanganyar yaitu Agro Wisata Sondokoro.

Charade di lokasi Agro Wisata Sondokoro PG. Tasikmadu
Charade di lokasi Agro Wisata Sondokoro PG. Tasikmadu

KGPAA Mangkoenegoro IV pada tahun 1871 mendirikan pabrik gula Tasikmadoe di desa Sondokoro tersebut. Tepatnya sekitar sepuluh tahun setelah beliau mendirikan pabrik gula Colomadoe (1861) yang terletak di wilayah kabupaten Karanganyar bagian Barat. Dengan hadirnya pabrik gula di desa Sondokoro kala itu, beliau KGPAA Mangkoenegoro IV berharap hasil gula yang diproduksi pabrik melimpah layaknya Danau Gula. Harapan tersebutlah yang membuat beliau mengubah nama desa Sondokoro menjadi desa Tasikmadoe yang sekarang telah menjadi salah satu kecamatan di kabupaten Karanganyar, yaitu kecamatan Tasikmadu.

Wahana Agro Wisata Sondokoro

Lokomotif PG. Tasikmadu wahana wisata andalan Sondokoro
Lokomotif PG. Tasikmadu wahana wisata andalan Agro Wisata Sondokoro

Sebagian orang yang belum tahu tentang agro wisata Sondokoro ini mungkin bingung karena memang lokasi wisatanya berada di dalam pabrik gula Tasikmadu, sehingga mereka yang mungkin sering melintas di sekitar PG. Tasikmadu pun tidak menyadari jika ada tempat wisata yang menarik untuk keluarga di dalamnya.

Diantaranya adalah Jaring Laba – Laba, Mandi Bola, Mini Futsal, Panjat Dinding, Arena Bermain Pasir, Flying Fox, Taman Air, Jembatan Gantung, Kolam Renang, Taman Lalu Lintas, Monumen Giling, Air Cerdas, Agro Sehat, Jalan Refleksi, Sachacinema/Film Proses Pembuatan Gula, Graha Pindusita, Terapi Ikan, Gazebo, Rumah Pohon, Fish House/Aquarium air tawar dan masih banyak lagi.

Jika saat berkunjung bertepatan dengan musim giling, tentu sekeluarga bisa menyaksikan proses produksi gula di pabrik yang berada di sisi selatan dari Agro Wisata Sondokoro ini. Oh iya hampir lupa, disini kamu juga bisa naik lokomoti/kereta uap yang biasa digunakan untuk menarik leri lho. Ya bentuknya seperti kereta api uap pada jaman dahulu kala, hanya saja ukurannya lebih kecil.

Taman Bermain Keluarga di Agro Wisata Sondokoro
Taman Bermain Keluarga di Agro Wisata Sondokoro | source : internet

Itulah rahasia terbesar agro wisata Sondokoro yang sebenarnya terdapat banyak wahana hiburan dan permainan, serta sarana edukasi bagi anak-anak dan remaja. Jika ada waktu luang bersama keluarga, yuk coba berlibur kesini. Tiket masuknya hanya 5rb rupiah dan parkir cukup 3rb rupiah untuk kendaraan roda empat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*