Tugas di Pelosok Negeri without Jaringan, Menderita?

Opini/Art of Life – Alhamdulillah setelah melalui proses panjang yang tak pernah disangka-sangka sebelumnya, akhirnya proses ‘uji coba‘ sebagai abdi negara pun di mulai. Secara administratif terhitung mulai bulan Maret, OmPrap resmi di tugaskan sebagai pendidik di sebuah sekolah yang terletak di wilayah perbatasan antar kabupaten. Jadi mulai saat itu juga lah menjalani dua peran sekaligus, yaitu sebagai digital creator (blogger, video maker, web programer) dan sebagai ‘pelayan masyarakat di bidang pendidikan dasar‘. Lho mas, opo ora repot sampeyane ngatur waktu? He he he, tak ada yang repot selama mau bertindak dengan hati dan pikiran yang jernih. Selagi bertugas sebagai pelayan masyarakat dalam bidang pendidikan dasar, ya laksanakan tugas-tugas yang didapatkan dengan penuh tanggungjawab. Masalah hasil yaaa…. Gusti Allah mboten sare! Sepiro gedhene sengsoro yen ditampa amung dadi coba 🙂 tetep STROOOONNNGGGGG Gaesssss 😀

Selepas jam kerja itulah yang coba dimanfaatkan waktunya seefektif dan seefisien mungkin untuk menghidupkan secondary jobs sebagai digital creator. Disaat-saat luang, terkadang membawa pikiran untuk melayang menjangkau masa depan dengan menuangkannya ke dalam bait-bait tulisan tak beraturan namun sarat makna. Tak jarang juga mengabadikan moment-moment tak jelas ke dalam bingkai kamera ponsel untuk di olah menjadi karya dokumentasi maupun videography. All is fun gaesssss, enjoyable for life sehingga OmPrap bisa betul-betul memahami apa itu rasa syukur terhadap maha karya Sang Pencipta di alam semesta, termasuk di dalamnya karakteristik individu setiap manusia.

Besar rasa syukur yang bisa OmPrap rasakan saat ini, dimana Sang Pencipta betul-betul hadir disetiap langkah hidup yang telah berlalu hingga detik ini. Kejutan demi kejutan hadir dalam perjalanan hidup yang luar biasa ‘unpredictable‘ tapi membuat diri ini merasa malu untuk meminta selain hanya mampu berucap Alhamdulillah atas segala nikmat-Mu ya Allah SWT. Sebagus apapun manusia berencana, ketika Sang Pencipta sudah mencampurinya, maka saat itulah kita tahu the master of master planer in the world is come. Should we say “You are the Lord, aku hanyalah hamba-Mu yang penuh kekurangan & kekhilafan”. The meaning of ‘pasrah’.

Welcome back to Kualanamu International Airport
Welcome back to Kualanamu International Airport

Izinkan OmPrap tersenyum sejenak mendengar pertanyaan itu, karena kata menderita akan lebih cocok disematkan bagi mereka yang malas berkarya, malas bertindak atau malas bermuhasabah. Sadar atau tidak disadari mayoritas masyarakat dunia sudah sangat dimanjakan oleh teknologi dan industri modern. Hingga muncul Firaun-Firaun kecil dengan kemampuan finansialnya yang besar hendak mengaburkan keyakinan umat pada Penguasa Jagad Raya, tanpa sadar jika Dia sudah berkata “waktunya pulang fulan!” semua berakhir seketika itu juga.

Terlalu banyak yang terpaku terhadap penilaian baik buruk manusia tanpa mau berusaha mencapai penilaian benar atau salah dari Sang Khalik. Jika hidup hanyalah sebuah retorika, kenapa harus berangkat pagi pulang malam untuk mengejar materi? Bukankah lebih indah jika berangkat pagi pulang siang, sore bersosialisasi dan bergembira bersama keluarga, serta malam istirahat sembari mengucap Alhamdulillah for today? Kenapa harus mati-matian mengejar yang tak dibawa mati? Untuk keberlangsungan ekosistem kah? 🙂

Jika bertugas di daerah pelosok negeri itu menderita, kau takkan menemukan tulisan digital yang ditulis dari wilayah yang tidak terjangkau sinyal seluler sama sekali. Explore your brain, masih ingat pepatah TIME IS MONEY? Renungkanlah, kau kan tahu apa yang berharga dalam hidup ini.

Sebuah Film yang Mengajari OmPrap tentang Waktu
Sebuah Film yang Mengajari OmPrap tentang Berharganya Waktu dalam Kehidupan

Semoga sehat bahagia selalu untuk sobat OmPrap dimanapun berada, salam rahayu!

You May Also Like

About the Author: OmPrap

Aku adalah aku, bukan di atau mereka! Ketika aku telah berubah menjadi kita, itulah tanda Cinta mulai hadir diantara kita | Web Programer| #Sragen Boy | CEO & Founder @ArytaNet | #Vixion Rider | S1 PGSD UMS | Belajar jadi Guru SD | Freelance on IT Departement | Jalani waktu hidup yang tersisa dengan penuh rasa syukur | Belajar Ikhlas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.