Back to Java Jilid 2 Episode #2019JadiASN

Back to Java Jilid #2 EndEhemmmm…. tes…tes… are still there gaessss?? Bagaimana kabarmu semua sobat OmPrap dimanapun berada? Semoga sehat selalu dan bahagia berkumpul bersama orang-orang terkasih. Oke, mari kita lanjut kisah perjalanan antar waktu walau OmPrap sendiri menyadari kisah perjalanan trip ke ujung sumatera jilid #1 belum selesai, sudah menulis yang jilid #2 , padahal sekarang (saat post ini di tulis) sedang menjalani jilid #4 sambil menikmati alunan musik tetangga yang sedang merayakan pesta.

Dalam post kali ini OmPrap coba menggali memori ingatan saat kembali ke Jawa setelah usai mengikuti test SKB di Banda Aceh. Jadi kalau diingat kembali pada trip #1 dalam rangka mengikuti test CPNS SKD di Kutacane, Aceh Tenggara. Trip #2 dalam rangka mengikuti test CPNS SKB di Banda Aceh dan yang Trip #3 dalam rangka mengumpulkan berkas di kantor BKPSDM kabupaten Gayo Lues dan berarti sekarang sudah Trip #4 dalam rangka menanti panggilan tugas, Oh my God 😮 Nggak terasa sudah habis sekian puluh juta rupanya untuk mengikuti prosedur seleksi CPNS 2018 ini. Menyesal?? Kagak lah, semua butuh pengorbanan dan perjuangan untuk bisa sampai sejauh ini.

Om, maaf cakap nih ya! Katanya mau cerita Trip #2 kok sudah sampai mana-mana?

Oke, Fine. Let’s started the story, Singkat cerita setelah menunggu cukup lama dan pengumuman yang jelas tak kunjung tiba serta ditambah informasi perihal pemberkasan yang memerlukan legalisir berkas-berkas, akhirnya diputuskan kembali ke pulau Jawa untuk mengurus semua kekurangan yang ada. Sore itu OmPrap bergegas menuju terminal Paya Ilang Takengon untuk membeli tiket bus PO Putra Pelangi dengan tujuan kota Medan. Sambil terus memantau promo tiket pesawat terbang yang biasanya sering muncul di kala malam hari.

Hari keberangkatan pun tiba, setelah berpamitan dengan keluarga disini dan diantarkan abang ke terminal untuk memulai perjalanan darat dari Takengon, Aceh Tengah menuju Kota Medan, Sumatera Utara. Belajar dari pengalaman pada trip #1 dulu yang sampai di tengah jalan di oper bus lain, akhirnya perjalanan kali ini memilih bus yang betul-betul bonafit. Malam sekitar pukul 21.00 WIB perjalanan menuju kota Medan pun dimulai. Karena lelah jadi sepanjang jalan lebih banyak tidur, terbangun saat sudah memasuki wilayah Stabat, Sumatera Utara. Overall, untuk tempat duduk penumpang dari PO ini cukup lega, dengan formasi seat 2-2 serta sandaran kaki yang bisa di atur, menambah kenyaman saat tidur. Terlebih lagi ciri khas bus ujung Sumatera yang menyediakan selimut dan bantal, semakin membuat tidur makin nyenyak.

Tiba di Pool Putra Pelangi Medan langsung Naik Bus ALS Bandara

Sekitar pukul 06.35 WIB OmPrap tiba di pool PO Putra Pelangi Medan, lalu keluar menuju ke tempat mangkal ‘bentor’ (becak motor) dengan membawa serta barang bagasi dan meminta abang bentor untuk mengantarkan ke pool Bus ALS Bandara. Sebetulnya tidak jauh dari pool bus besar jurusan Takengon – Medan untuk menuju shelter bus Bandara ini, tapi tergantung barang bawaan juga sih. Kalau barang bawaan banyak, alangkah baiknya sewa bentor untuk mengantarkan kita kesana.

Tak menunggu lama, bus bandara ini pun mulai bergerak membawa penumpang menuju bandara Kuala Namu Medan dengan ciri khas supir bus sumatera 🙂 Perjalanan menyusuri macetnya pagi di kota Medan betul-betul terasa kala itu, semua dapat dinikmati dengan beribu kenangan yang indah untuk diceritakan dengan orang terkasih. Percayalah, tak semua kisah back to java dipublikasikan karena ada sebait dua bait kisah yang hanya diceritakan untuk orang-orang terkasih.

Shuttle Bus Bandara Kualanamu Medan dari Jalan Gagak Hitam
Shuttle Bus Bandara Kualanamu Medan dari Jalan Gagak Hitam

Tak terasa tapak roda bus mulai memasuki jalanan beton yang merupakan akses keluar masuk menuju bandara internasional Kualanamu, dengan sigap abang driver bus membawa kami ke pintu keberangkatan yang ada di lantai dua melalui flyover. And welcomeee….. semua penumpang turun, menyiapkan barang bawaan untuk di bawa masuk ke bandara. Namun tidak begitu dengan OmPrap, panasnya perut yang lapar memaksa pikiran untuk mencari makan. Well, akhirnya turun ke lantai satu (kedatangan) dan berburu sesuap nasi di toko-toko yang ada. Walau harga tergolong upprice, tapi tetap harus dinikmati daripada perut protes. Oh ya, sebelum turun OmPrap sempat order tiket online melalui aplikasi android dan lumayan dapat promo untuk penerbangan pukul 12.50 WIB bersama maskapai Lion Air.

Makan, Mandi di Bandara KNO Medan, Are You Seriuos Gaeeesss?

Betul, usai menikmati sarapan pagi saat itu dan lanjut menikmati sebatang rokok di area foodcourt, OmPrap bergegas masuk ke dalam bandara melalui pintu kedatangan. Security check is good, lancar tanpa ada kendala dan lanjut mencari toilet untuk sekedar cuci muka niatnya. Tapi karena melihat suasana pagi itu belum begitu ramai, yo uwes lah langsung mandi saja he he he. Yang penting badan kembali segar bugar untuk melanjutkan perjalanan udara antar pulau yang lumayan menguras waktu juga. Karena dalam trip #2 back to java ini rutenya KNO – CGK – SOC dengan estimasi transit sekitar 3 jam di CGK.

Welcome back to Kualanamu International Airport
Welcome back to Kualanamu International Airport

Alhamdulillah, safe flight gaesss….

Untuk sensasi perjalanan di udaranya tidak jauh berbeda dengan post-post sebelumnya, jadi rasanya tidak perlu untuk diceritakan lah ya. Kurang lebih sama suasana saat di dalam pesawat terbang. Mungkin sekelumit kisah saat transit di CGK saat harus berjalan agak jauh menuju terminal keberangkatan berikutnya bisa untuk diceritakan. Jadi saat itu OmPrap tidak langsung menuju ruang tunggu, melainkan menikmati suasana foodcourt di luar bandara untuk segelas kopi dan sebatang rokok. Ada sekitar 1 jam menunggu dan menikmati suasana luar sembari berbagi kisah dengan driver taksi disana.

Semburat jingga mulai menghilang saat pesawat mengantri untuk take off. Ada sekitar 30 menit menunggu, dan tampak 5 pesawat sudah berbaris rapi mengantri dibelakang pesawat yang kami naiki ini. Ya semua mengantri untuk take off alias lepas landas karena informasi dari awak kabin memang saat itu traffic sedang padat.

Alhamdulillah tiba saatnya take off, mesin pesawat menderu kencang agar take off tercapai dan menghantarkan kami menuju Bandara Internasional Adi Sumarmo Solo. Satu jam perjalanan di udara kala itu terasa cukup lama, efek rindu keluarga dan istri tercinta, tapi alhamdulillah safe flight gaesss….

Tiba di pintu kedatangan sudah di sambut orang-orang terkasih yang tampak bahagia, dan perjalanan ke ujung sumatera jilid #2 berakhir dengan terbitnya post back to java ini. Sampai jumpa pada trip berikutnya, doakan agar kuat menjalani proses panjang yang harus dilalui ke depan. Sehat dan bahagia selalu untuk sobat OmPrap dimana pun berada.

You May Also Like

About the Author: OmPrap

Aku adalah aku, bukan di atau mereka! Ketika aku telah berubah menjadi kita, itulah tanda Cinta mulai hadir diantara kita | Web Programer| #Sragen Boy | CEO & Founder @ArytaNet | #Vixion Rider | S1 PGSD UMS | Belajar jadi Guru SD | Freelance on IT Departement | Jalani waktu hidup yang tersisa dengan penuh rasa syukur | Belajar Ikhlas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.