Pembangunan – Tak  terasa sudah di awal bulan Februari dan waktunya berbagi tentang update progres tol Solo – Ngawi yang hampir sebulan belum di ulas perkembangan terbarunya. Memang di lapangan progres pembangunannya sudah cukup menggeliat, tapi di media massa khususnya media online, beberapa waktu lalu terpantau jika akan ada tender ulang karena progres pembangunan jalan tol Solo – Ngawi yang dinilai belum ada aktifitas di lapangan. Walau saat kabar panas tersebut mencuat ke publik, bebarengan dengan terbitnya tulisan tentang mulainya proyek tol Solo – Ngawi.




Dari beberapa situs berita yang dipantau akhir-akhir ini, PT SNJ selaku pelaksana lapangan proyek jalan tol Solo – Ngawi yang juga merupakan bagian dari proyek jalan tol Solo – Kertosono, dinilai ingkar oleh pemerintah dengan alasan bahwa setelah pengumuman tentang groundbreaking tidak ada aktifitas pembangunan lanjutan, sehingga muncul ancaman dari pemerintah untuk melakukan tender ulang terhadap ruas tol Solo – Kertosono ini yang sebelumnya tender dimenangkan oleh TCI.

Masih dari kasak-kusuk para kuli tinta yang mengabarkan bahwa vakumnya aktifitas pembangunan dikarenakan ketiadaan dana, sehingga menghambat progres pembangunan yang seharusnya sudah dapat dilaksanakan. Sindikasi yang seharusnya dipimpin oleh Mandiri (bank) untuk pendanaan ruas tol Solo – Ngawi ini belum cair, sebagai mana perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.

Kabar Terbaru di Meja Redaksi

TEMPO.COSurakarta – Pembangunan Jalan Tol Solo-Ngawi bagian PT Solo Ngawi Jaya sepanjang 69,2 kilometer hingga kini belum berlangsung. Padahal, saat Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mencanangkan proyek akhir September 2013, perusahaan itu menargetkan konstruksi dimulai awal 2014.
Namun induk perusahaan, PT Thiess Contractors Indonesia, optimistis proyek jalan bebas hambatan ini akan rampung tepat waktu, yakni awal 2016. Mereka menyatakan proses konstruksi akan segera dimulai. “Dalam waktu dekat,” kata Koordinator Komunikasi PT Thiess Contractors Indonesia, Mappalara Simatupang, di Surakarta, Selasa, 28 Januari 2014.
Mappalara menjelaskan saat ini perusahaan sedang menyiapkan jalan untuk lalu lintas truk pengangkut keperluan konstruksi. Ia menolak menjelaskan alasan keterlambatan. “Itu bukan wewenang saya.”
Pemerintah telah mengeluarkan Rp 1,7 triliun untuk pembebasan lahan. Per September 2013, 87 persen dari total 755 hektare lahan sudah bisa dibebaskan. Sedangkan untuk konstruksi, pemerintah menyediakan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun.
Kontraktor, PT Solo Ngawi Jawa, menyiapkan Rp 5,2 triliun untuk konstruksi. “Kami sudah mendapat pinjaman dari grup di Australia,” kata Mappalara. (Sumber: dari sini)

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemegang konsesi jalan tol Solo- Ngawi, PT Solo Ngawi Jaya (SNJ), mendapatkan pinjaman senilai Rp 5,1 triliun dari Leighton Finance Ltd, anak usaha Leighton Holding. Pinjaman yang perjanjiannya diteken pada Jumat (17/1/2014) tersebut untuk membiayai konstruksi salah satu tol Trans-Jawa sepanjang 90,10 kilometer (Km) tersebut.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Ghazali mengatakan, meski badan usaha jalan tol (BUJT) tersebut sudah mendapatkan pinjaman pembiayaan, pihaknya belum menghapus status default (cedera janji) terhadap SNJ. ?Kami masih harus cek dulu. Kalau semua sudah sah, baru oke (status default akan dicabut),? kata Gani di Jakarta, Senin (20/1/2014). Diakuinya, pihaknya belum mengetahui alasan SNJ memilih perbankan asing untuk membiayai proyek jalan tol tersebut. Padahal sebelumnya sudah ada sindikasi perbankan nasional dipimpin Bank Mandiri yang tertarik untuk membiayai konstruksi jalan tol ini. ?Iya kerja sama kredit bukan dengan konsorsium yang dipimpin Bank Mandiri,? ujar dia. (Sumber: dari sini)

Fakta di Lapangan Berbicara

Ternyata pemegang kontrak proyek pembangunan jalan tol Solo – Ngawi mendapatkan pinjaman untuk pendanaan proyek dari grup Australia, bukan seperti yang santer diberitakan sebelumnya yang katanya akan dapat pinjaman dari Mandiri and partner. Dari sini muncul analisa kritis pribadi, sehingga membentuk opini bahwa ada sesuatu yang tidak beres antara pelaksana lapangan, pemangku kebijakan dan penyokong dana sehingga mengarah ke bau-bau politik. Kalau dipikir lagi, kenapa pihak pelaksana lapangan justru mendapatkan pinjaman pendanaan dari Australia dan bukan dari dalam seperti yang dijanjikan pemerintah? (ahh sudah lah, itu mah urusan mereka saja, saya cuma mendoakan dan mendukung pelaksana di lapangan agar segera merampungkan pembangunan jalan tol Solo – Ngawi ini 🙂 )

Progres Tol Solo - Ngawi di Masaran
Progres Tol Solo – Ngawi arah Barat Pasar Masaran | foto : exclusive
Progres Tol Solo - Ngawi di Sidodadi Sragen
Progres Tol Solo – Ngawi di Sidodadi Sragen | foto : exclsive
Progres Tol Solo - Ngawi di Masaran, Sragen
Progres Tol Solo – Ngawi di Masaran, Sragen | foto : exclusive

Untuk bagian barat pasar Masaran, ada sebuah sekolah dasar negeri (SDN) yang terdampak proyek tol Solo – Ngawi sehingga harus direlokasi, tapi hingga tulisan ini diterbitkan masih berdiri kokoh dan beraktifitas belajar mengajar seperti biasa. Disinyalir jika tidak segera direlokasi, tentu ini akan menghambat proses pembangunan jalan tol Solo – Ngawi. Disini pemerintah berperan penting dan masyarakat tidak bodoh lagi, jika tidak segera bertindak untuk merelokasi SDN tersebut, maka masyarakat akan menganggap jika pemerintah sengaja menghambat (interfensi) pelaksanaan pembangunan yang ujung-ujungnya sama seperti kasus panas sebelumnya.

Update perkembangan proyek tol Solo Ngawi ini bisa dibaca pada artikel yang terbit pada bulan Maret dengan judul Perkembangan Proyek Tol Solo Mantingan.

By OmPrap

Aku adalah aku, bukan di atau mereka! Ketika aku telah berubah menjadi kita, itulah tanda Cinta mulai hadir diantara kita | Web Programer| #Sragen Boy | CEO & Founder @ArytaNet | #Vixion Rider | S1 PGSD UMS | Belajar jadi Guru SD | Freelance on IT Departement | Jalani waktu hidup yang tersisa dengan penuh rasa syukur | Belajar Ikhlas