Sensasi Pesawat Terbang yang Beda

Welcome back brother and sister, mari kita lanjutkan kembali kisah perjalanan kedua ke ujung Sumatera untuk menjalani sesuatu yang belum pernah direncanakan sebelumnya 😀 Terpenting adalah apapun hasil dari perjalanan ini harus tetap diterima dengan syukur dan ikhlas, plus dinikmati prosesnya. Tiket pesawat terbang sudah terbeli dan hari keberangkatan pun tiba, selepas subuh mulai bersiap menuju bandara Adi Sumarmo Solo. Tak seperti terbang perdana dulu, kali ini bisa dikatakan cukup relax dalam mempersiapkan segala sesuatunya.

Tampak riuh ramai jalan raya Solo – Sragen mulai padat, sesampai perempatan lampu merah Kebakkramat itu kami putar balik untuk bisa masuk ke pintu tol soker yang memang telah dioperasionalkan. Untuk mengejar waktu dalam perjalanan, jalan tol memang memberikan peluang waktu tempuh yang relatif singkat. Terlebih disaat pagi hari, saat ramainya orang-orang berangkat ke tempat kerja atau pelajar yang hendak ke sekolah. Lewat jalur tol menjadi alternatif solusi agar dapat lebih cepat sampai bandara Solo dari Masaran, Sragen.

Sekitar 25 menit perjalanan, kami pun tiba di exit tol Klodran, Colomadu untuk masuk jalur umum menuju pintu gerbang bandara. Lumayan menyingkat waktu walau memang harus membayar tarif tol yang relatif mahal menurut OmPrap pribadi untuk jarak  dari Sragen ke Solo yang terbiasa menggunakan roda dua. Jika dihitung-hitung, biaya tol yang dikeluarkan jika digunakan untuk berkendara dengan roda dua pada rute yang sama, untuk beli BBM dan satu kali makan pun masih sisa. Tapi ya sekali lagi, untuk mempersingkat waktu, tak ada yang mahal!!

Begini Suasana Dalam Pesawat saat Boarding
Begini Suasana Dalam Pesawat saat Boarding

Sampai di bandara dilanjutkan dengan pamitan dengan istri, ibu, ayah dan adik tercinta lalu lanjut check in di counter maskapai Lion Air. Dua barang bawaan masuk bagasi pesawat agar lebih leluasa bergerak saat transit di Jakarta dan satu tas gendong dibawa masuk ke kabin pesawat terbang. Proses check in berlalu, lanjut naik ke lantai dua untuk security check, melewati metal detector, pemindai barang bawaan dengan x-ray, dll. Satu buah tripod kamera kaki tiga harus dimasukkan bagasi, hmmmm…. dulu pas terbang perdana kagak gini-gini amat. Ya sudah, balik lagi ke counter check in untuk memproses tripod kamera ke dalam bagasi dan harus dipacking ulang agar tidak membahayakan/resiko patah. Alhamdulillah, jatah makan bakso 50ribu harus rela diserahkan untuk jasa packing bandara. Walau ada rasa aneh terkait tripod kamera ini, tapi hati kecil tetap berusaha meyakinkan isi kepala, semua akan baik-baik saja.

Security check passed, lanjut ke ruang tunggu untuk menunggu saat boarding tiba. Tak lama memang, karena berangkat dari rumah agak siang agar tidak kelamaan nunggu pas boarding. Pengumuman untuk memasuki pesawat terbang pun datang, para penumpang bersiap antri di gate keberangkatan. Sempatkan untuk ambil gambar dan lanjut offline mode.

Flight Solo to Jakarta then Medan yang Terasa Cepat

Take off, we all fly to Jakarta – Soekarno Hatta International Airport. Entah mengapa perjalanan di udara kali ini terasa begitu cepat dan yang terpenting Alhamdulillah safe flight bro. Thank’s to pilot Joko Pitoyo yang telah menerbangkan OmPrap dari Solo ke Jakarta dalam waktu sekitar satu jam tapi tak terasa satu jam he he he.

Suasana Bandara saat Pesawat Terbang Parkir menunggu Boarding
Suasana Bandara saat Pesawat Terbang Parkir menunggu Boarding

Transit di Jakarta seperti biasanya, dari terminal 1A berjalan menuju terminal 1B dengan menyempatkan mengambil video he he. Seperti yang sudah dilalui sebelumnya, masuk terminal 1B langsung disambut security check dan langsung naik ke ruang tunggu untuk boarding. Oh iya, untuk transit  di Jakarta ini ada dua kali security check, pertama di pintu masuk terminal dan yang kedua sebelum masuk area ruang tunggu. Tipsnya ya lepas aja semua aksesoris berbahan metal dan masukkan dalam tas, agar proses checking bisa cepat.

Waktu menunggu pun tak terasa karena OmPrap manfaatkan untuk edit dan rendering video yang direkam saat dari Solo menuju Jakarta tadi. Lebih mantabnya lagi, langsung bisa di upload ke YouTube channel sehingga memori ponsel bisa kembali lega. Pas selesai upload, tak berapa lama panggilan boarding pun keluar. Mantap lah pokoknya….

Antri di gate keberangkatan, check boarding pass (tiket) dan lanjut naik bus bersama bapak-bapak Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang kebetulan satu penerbangan.  Lanjut masuk pesawat terbang lagi dan tak lupa menyempatkan diri untuk berfoto wkwkwkkwkkkkk asli katrok tenan yo luurrr…. Jadwalnya pesawat ini akan terbang menuju bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Tapi transit sebentar di bandara Kualanamu, Medan untuk menurunkan dan menaikkan penumpang.

Thanks to Pilot Edwart Danuswara (maaf kalau salah namanya, karena agak lupa juga) yang sudah menerbangkan OmPrap menuju Banda Aceh. Alhamdulillah safe flight dengan suasana penerbangan yang mantab kali. Berbekal dari cerita kenalan orang penerbangan saat pulang dulu, OmPrap bisa merasakan bahwa kemudi pesawat terbang ini dari Jakarta sampai Banda Aceh full di manual. Sesekali terasa pesawat miring ke kanan atau ke kiri untuk bermanuver di udara mencari rute penerbangan terbaik hingga tujuan. Rasanya banyak awan CB saat itu di atas langit Sumatera.

Well done, sampai juga di Banda Aceh dengan perasaan lega turun dari pesawat dan masuk ke ruang kedatangan bandara SIM. Lanjut ke bagian pengambilan bagasi yang mulai berbaris padat yang juga hendak mengambil bagasi bawaan mereka. satu… dua… tiga… bagasi OmPrap sudah ditangan dan lanjut menuju pintu keluar bandara sembari menghubungi family (thank you bang Usman) yang siap menjemput. Tiba-tiba hujan deras telah menyambut di pintu keluar bandara SIM, ya sudah ngopi dulu lah 

Berfoto di halaman Masjid Raya Banda Aceh usai Menunaikan Ibadah
Berfoto di halaman Masjid Raya Banda Aceh usai Menunaikan Ibadah

To be continue . . .

You May Also Like

About the Author: OmPrap

Aku adalah aku, bukan di atau mereka! Ketika aku telah berubah menjadi kita, itulah tanda Cinta mulai hadir diantara kita | Web Programer| #Sragen Boy | CEO & Founder @ArytaNet | #Vixion Rider | S1 PGSD UMS | Belajar jadi Guru SD | Freelance on IT Departement | Jalani waktu hidup yang tersisa dengan penuh rasa syukur | Belajar Ikhlas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.